21 SMPN di Sragen Kurang Murid, Ini Penjelasan Disdik

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen Suwardi.

KBRN,Sragen: Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tingkat SMP di Kabupaten Sragen menyisakan banyak sekolah yang kekurangan siswa.

Sedikitnya 21 SMP Negeri, di wilayah pinggiran Kabupaten Sragen mengalami kekurangan siswa karena jumlah pendaftarnya di bawah kuota. Sekolah tersebut diantaranya di Kecamatan Kalijambe, Jenar, Sukodono, dan Tangen.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen, Suwardi kepada wartawan mengatakan, dari hasil PPDB yang sudah diumumkan Selasa lalu, total ada 21 SMP Negeri yang kuotanya tidak terpenuhi. 

"Jadi ada 21 SMP negeri yang tidak penuh. Beberapa SMP Negeri yang kekurangan siswa itu tersebar di wilayah pinggiran dan perbatasan," katanya Minggu (12/7/2020). 

Di antaranya di Kecamatan Kalijambe, Jenar, Sukodono, Tangen dan lainnya. Menurut Suwardi kurangnya jumlah siswa di sekolah pinggiran itu murni karena memang tidak adanya siswa baru di wilayah setempat. 

Diakui Suwardi kondisi tersebut terjadi karena masyarakat memilih menyekolahkan putra-putrinya ke SMP swasta favorit. "Bukan persoalan kualitas SMPnya, tapi memang jumlah siswa menurun dan sebagian memilih ke sekolah swasta,” ujarnya.

Suwardi menguraikan hampir sebagian besar SMP Negeri yang kekurangan siswa itu adalah sekolah yang tahun sebelumnya juga kuotanya tidak penuh. Dari hasil pengecekan, ia memastikan semua lulusan SD sudah tertampung. 

Pihaknya tidak mempermasalahkan kekurangan pelajar tersebut, namun  yang terpenting semua lulusan SD sudah tertampung di SMP. Terkait masih banyaknya SMP Negeri yang kekurangan siswa. "Karena memang sebagian siswa sudah terlebih dahulu masuk ke SMP swasta. 

"Seperti SMPN yang ada di perkotaan juga penuh semua. Ternyata setelah kami cek, sebagian siswa memang sudah tertampung di swasta." 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00