Anak Nakes Diprioritaskan Dalam PPDB Solo, Ini Alasan Pemkot

Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo saat memberikan keterangan pers.

KBRN,Surakarta: Anak tenaga kesehatan (nakes) yang bekerja di Kota Solo mendapatkan prioritas dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online 2020. Hal ini disebut sebagai cara Pemerintah memberikan penghargaan kepada Nakes yang berjuang dalam penanganan Covid-19.

Dinas Kesehatan Kota (DKK) dan Dinas Pendidikan (Disdik) Surakarta bekerjasama dalam hal pemberian prioritas bagi anak nakes tersebut. Bahkan kedua instansi tersebut telah mendata anak-anak nakes yang tengah masuk ke jenjang SD dan SMP. 

Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo menyampaikan, anak nakes diberi prioritas untuk masuk sekolah SD dan SMP sesuai dengan pilihan mereka. Rudy mengatakan anak tersebut dapat memilih sekolah di zonasi terdekatnya. 

"Termasuk bagi anak di nakes dari luar wilayah Solo, juga diminta memilih sekolah terdekat. Misalnya yang rumahnya Palur bisa ke zonasinya SMP 8, 20, 16, 14. Pokoknya sesuai zonasi," ujar Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo kemarin.

Rudy menilai pemberian prioritas itu merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada nakes yang telah menjadi ujung tombak dalam penanganan COVID-19.

Tapi ya jangan semua minta masuk SMPN 1 SMP 4. Tapi yang penting semua anak harus dapat sekolah. Nakes ini kan sudah memberikan pengorbanan, makanya kita beri penghargaan," kata Rudy.Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Surakarta Etty Retnowati, mengatakan telah mendata setidaknya ada 21 anak nakes yang akan mengikuti Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Namun tidak semuanya mengambil fasilitas tersebut. 

"Awalnya ada 21 anak, tetapi ada yang mau ke sekolah swasta, sehingga tersisa 16 anak. 

Para calon siswa baru tersebut dimasukkan melalui jalur orang tua yang pindah dinas sesuai zonasi terdekat. Rata-rata para nakes itu bekerja di beberapa rumah sakit dan Puskesmas di Solo.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00