PPDB Solo Dipastikan Tak Ada Tatap Muka Pelajar Dengan Panitia

Kepala Dinas Pendidikan Surakarta Etty Retnowati.

KBRN, Surakarta: Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online Kota Solo tahun ini siap dilaksanakan. 

Lintas organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Surakarta, meliputi Dinas Pendidikan, Dinas Komunikasi dan informatika, Dinas Sosial dan Disdukcapil bersinergi untuk memuluskan pendaftaran peserta didik baru. 

Kepala Dinas Pendidikan Surakarta Etty Retnowati menyampaikan PPDB online tahun ini dipastikan masih dalam Pandemi Covid-19. Oleh sebab itu panitia telah menyiapkan sekenario PPDB tanpa tatap muka antara peserta didik dan orang tua dengan pihak sekolah atau panitia. 

"Semua dilayani secara virtual, termasuk berkas persyaratan pendaftaran hanya dilampirkan dalam format file digital," ungkap Etty sitemui di Balaikota Surakarta, kemarin.

Menurut Etty, semua data yang dibutuhkan wajib di scanner dan diupload dalam akun pendaftaran PPDB online. Itupun berlaku untuk mereka yang dari luar daerah, sementara untuk dalam kota, data sudah disediakan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

"Semoga seperti tahun lalu kalau tahun lalu kan kita minim kesalahan. Jadi secara teknis sudah. PPDB online penyerahan berkas dokumen tidak ada nanti jadi dokumen itu discane ya untuk yang luar kota," bebernya.

Etty Retnowati menambahkan, untuk daftar ulang pun, dipastikan tidak akan ada tatap muka. Sebelumnya calon peserta didik akan membuat surat pernyataan yang kemudian di scanner dan dilampirkan. 

Termasuk dokumen pendukung seperti sertifikat prestasi, riwayat kesehatan, dan daftar penghasilan orang tua semuanya masuk dalam formulir online. 

"Kalau dalam kota kan sudah dari Dispendukcapil. Jadi tidak ada ke sekolah sama sekali. Semua scanner data yang dibutuhkan melalui akun masing-masing. Sama sekali tidak ada kontak fisik dengan sekolah," ujarnya.

Sementara itu Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo berharap proses PPDB, sampai dalam proses kenaikan kelas dan kelulusan tetap menerapkan protokoler kesehatan Covid-19.

"Semua proses PPDB, pengambilan raport, kelulusan, tetap dilaksanakan sesuai jadwal tapi tidak mengundang kerumunan massa. Artinya orang tua diundang secara bergiliran, PPDB maupun pengumuman," jelasnya.

Pada PPDB 2020/2021 kali ini dimulai 13-15 Juni untuk jalur Gakin, dan 26-30 Juni untuk jalur reguler. Setiap calon siswa diberi kesempatan memilih 5 dari 10/11 sekolah di sekitar tempat tinggalnya. 

Artinya, di antara 10 atau 11 sekolah yang paling dekat dengan rumahnya, calon siswa bisa memilih 5 sekolahan yang paling ia minati.

Kelima sekolah pilihan ini tidak harus yang paling dekat dengan rumahnya, asalkan termasuk dalam 10/11 sekolah sekitar tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00