Sragen Perpanjang Waktu Belajar di Rumah Sampai Akhir Tahun Ajaran

Suwardi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sragen.

KBRN,Sragen: Pemerintah Kabupaten Sragen tak gegabah untuk menerapkan Tatanan Kehidupan Baru (new normal) di bidang pendidikan. Alih-alih melakukan uji coba pelajar masuk sekolah paska pandemi Covid 19, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (disdikbud) Sragen malah memperpanjang massa belajar di rumah. 

Keputusan perpanjangan ini disampaikan dinas terkait melalui surat resmi pada Jumat (29/5). Perpanjangan belajar di rumah sampai Sabtu (20/6) mendatang. Kemudian dilanjutkan libur sekolah akhir semester hingga Senin (13/7/2020). 

Kepala Disdikbud Sragen Suwardi kepada wartawan mengatakan, keputusan ini diambil terkait status tanggap darurat Bencana penanganan Covid-19 di Kabupaten Sragen. Para siswa di Sragen sudah berhenti beraktifitas sejak Sabtu (14/3) lalu. Artinya tidak ada kegiatan belajar mengajar di sekolah selama 4 bulan sampai tahun ajaran baru.

”Dilanjutkan dengan libur akhir tahun, surat edaran sudah disampaikan karena itu penting,” ujarnya.

Suwardi mengatakan, soal penerimaan raport siswa, diserahkan kebijakan dan kemampuan sekolah. Sebisa mungkin dilakukan secara online. Jika belum mampu memberikan raport secara online mengundang wali murid. 

"Namun diatur waktu dan jaraknya sehingga protokol kesehatan tidak diabaikan termasuk bagi SMP yang punya  banyak murid," pintanya.

Terpisah Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan memasuki tatanan Kehidupan Baru sarana dan prasarana sekolah harus disiapkan dahulu. Termasuk sistem pembelajaran dengan mengatur jarak antar siswa.

”Semua harus pakai protokol, sekaligus persiapan tahun ajaran baru. Kita mencoba agar tahu gambarannya besok seperti apa,” terangnya.

Bupati menyampaikan pihaknya siap memasuki tahun ajaran baru. Ia menyampaikan pihak sekolah untuk menyiapkan protokoler antisipasi covid-19 pada saat ajaran baru. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00