Wacana Hidup Normal, Sekolah di Sragen Bisa Tiga Shift

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memberikan keterangan pers.

KBRN Sragen: Pemerintah Kabupaten Sragen sudah ancang-ancang untuk membuat sejumlah kebijakan menyusul rencana hidup new normal paska pandemi Korona Juni mendatang. Salah satu poin kebijakan tentang sistem pendidikan mendapat prioritas pembahasan. 

Menurut Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati sektor pendidikan menjadi prioritas utama dalam menyusun kebijakan menghadapi new normal ini. Mengingat para pelajar merupakan para generasi penerus bangsa yang harus dipikirkan masa depanya. 

"Tahun ajaran baru masih 15 Juli, namun kami akan membicarakan dengan Dinas Pendidikan terlebih dahulu," ungkap Mbak Yuni sapaan akrab Bupati Sragen, kemarin.

Menurutnya, jika memang Mendikbud dan Presiden memerintahkan sudah waktunya sekolah kembali maka Pemkab Sragen harus mempersiapkan sekolah. Utamanya sekolah harus disterilisasi dari Covid-19, selain itu satu kelas tidak mungkin 30 orang, karena satu bangku harus satu murid. Pihaknya harus memikirkan mekanisme sistem pembelajaran kedepan.

"Sekarang satu bangku dua orang. Terus gimana yang lain ada kloter pertama pagi dan sore. Harus ada formulasi yang pas karena kapasitas kan terbatas. Kalau SD lebih mudah. Kalau SMP, sama SMA apa nanti shift bisa tiga siang, sore dan malam," bebernya. 

Disamping itu Bupati Yuni menyebut, Virus Covid 19 ini membawa dampak positif yakni mengubah budaya dan prilaku masyarakat untuk hidup bersih. Yuni juga mengatakan kendati hidup normal masyarakat tetap saja keluar rumah wajib pakai masker, kemudian jaga jarak dan kebiasaan cuci tangan tidak boleh ditinggalkan.

"Sebetulnya itu yang kita harapkan virus ini dari sisi positifnya telah mengubah budaya kita untuk mempunyai kebiasaan yang lebih baik. Sepanjang masyarakat disiplin bisa saja kita yang namanya hidup normal yang tidak bisa seperti kemarin. Setelah tidak masuk darurat terus tidak cucui tangan sebelum makan," tandasnya.

Bupati Yuni juga menjelaskan, karena kita tidak mungkin pakai masker terus menerus maka setelah pandemi ini selesai harus merubah gaya hidup dan etika. Misalnya yang harus dirubah, yakni etika batuk dan berbicara, kalau batuk wajib tutup mulut menggunakan lengan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00