Hilangkan Jenuh Belajar Dirumah Selama Corona, Pelajar Di Kota Solo Belajar Dari Radio

KBRN, Surakarta: Munculnya virus covid-19 yang kini mewabah di indonesia, mengubah banyak pola kehidupan masyarakat, begitupun dalam dunia pendidikan. Untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19, pemerintah indonesia mengubah kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan belajar dirumah.

Kondisi ini, membuat para guru harus berkreasi untuk mengubah teknik mengajar tanpa perlu bertatap muka seperti di sekolah.Untuk mendukung proses belajar mengajar tanpa tatap muka tersebut, Lembaga Penyiaran Publik RRI Surakarta menyuguhkan Program Belajar di radio RRI. 

Program yang disiarkan di Pro 2 RRI setiap senin hingga Jumat pukul 10.00 itu, mengundang para guru dari berbagai sekolah di Solo raya untuk mengajar melalui media Radio.

Teknik belajar ini pun, jadi pengalaman baru bagi sebagian pelajar di kota Solo, seperti diungkapkan Azrin Surya Karamy siswa SMA batik 1 Surakarta yang hampir setiap hari mengikuti program Belajar di RRI.

Azrin mengaku belajar melalui radio ini memudahkannya untuk memahami setiap materi yang diberikan para guru, lantaran materi yang disampaikan sudah dipadatkan agar mudah dipahami dengan hanya di dengar.

"Materi yang disampaikan mudah dipahami karena gurunya meyampaikan dengan padat dan lugas," ungkapnya kapada RRI, Rabu, (08/04/20).

Disamping itu, Azrin menungkapkan progam belajar yang dikemas dengan ulasan padat dan di isi selingan lagu masa kini itu, membuat suasana belajar menjadi lebih asik dan nyaman.

"Kalo saya lebih mudah memahami melalui radio daripada teknik belajar melalui online, karena biasanya materi itu hanya melalui materi PDF, ini lebih enak, tinggal mendengarkan, juga ada selingan lagu jadi lebih asik," bebernya.

Azrin juga mengakui, dengan banyaknya guru yang diundang, ia lebih banyak mendapatkan ilmu meski tidak sesuai dengan jurusan yang ia tempuh di sekolah.

"Pengalaman saya ini menyenangkan, saya kan anak IPA, dan gurunya yang di undang itu macem-macem, jadi saya bisa mendapatkan pelajaran dari jurusan beda, yang belum tentu saya dapat di sekolah," ungkapnya.

Hal senada, juga disampaikan Adila Shafa Khairu Nisa, siswa SMP Negeri 23 Surakarta. Menurutnya belajar melalui Radio ini lebih mudah dipahami dan asik meski tanpa harus bertatapmuka.

"Ya emang awalnya itu bingung, tapi setelah gurunya jelasin, lama kelamaan paham, trus seneng belajar di RRI, meskipun tanpa liat muka hanya dengan dengerin suara itu paham semuanya saya materi pelajarannya," katanya.

Sementara itu, salah satu pengisi program Belajar di RRI yang juga Guru SMA 1 Surakarta Arni Vera Sinatra mengungkapkan program belajar dari radio tersebut jadi salah satu teknik mengajar melalui media daring yang dapat dijangkau seluruh kalangan.

Pasalnya, bila menggunakan aplikasi via internet, seperti video call ataupun media sosial lainnya, belum tentu dimiliki seluruh pelajar, meskipun para guru memiliki sarana prasarana pendukung yang lengkap.

"Program belajar di radio ini bagus sekali,  dimana saat ini masanya siswa harus belajar dirumah dengan mengoptimalkan daring, sedangkan saat ini tidak semua anak bisa kalo saya pakek zoom cloud, atau aplikasi yang keren itu, kadang terkendala sarana meskipun saya bisa pakek itu," jelasnya.

Menurutnya, ini bisa jadi salah satu solusi bagi para guru atau pengajar yang mengalami kendala dalam proses mengajar melalui daring.

"Radio ini bisa untuk menjembatani itu, bisa jadi salah satu solusi alternatif untuk kendala mengajar melalui daring," tandasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00