Bantu Tenaga Medis, Guru Tata Busana SMK N 3 Klaten Produksi APD

KBRN, Klaten : Di salah satu ruangan SMK Negeri 3 Klaten, tiga hari ini, nampak kesibukannya para guru meningkat. Para guru yang mayoritas perempuan ini tengah merancang, menjahit, dan mengepak alat pelindung diri (APD) yang diproduksi sendiri. 

Sepuluh guru tata busana dibantu guru yang lain itu ingin berkiprah secara nyata membantu para petugas kesehatan yang sedang berjuang menangani wabah visus corona.

Ketua Program Tata Busana Anik Eko Wahyuningsih mengatakan, dirinya bersama guru yang lain mulai mengerjakan pembuatan APD sejak senin (30/3/2020). Kini sudah terselesaikan seratus set APD hand made. 

"Kita membuat baju APD yang akan  kita bantukan ke rumah sakit -rumah sakit. Dengan adanya wabah corona, banyak sekali yang membutuhkan APD," kata Anik Eko Wahyuningsih kepada RRI, Rabu (1/4/2020).

Dikatakan pula APD yang dibuat tersebut dengan jenis kain yang standar. Bila dipakai tidak begitu panas seperti halnya jenis parasut. 

"Pengerjaan yang dilakukannya dengan sistem industri. Yakni ada yang mengukur kain, motong, menjahit, pasang kanding dan juga mengepak," jelasnya.

Sedangkan Kepala Sekolah SMK Negeri Tiga Klaten Pramuaji kepada RRI mengatakan, pembuatan APD itu merupakan bentuk sumbang sih dari sekolah tersebut. Dikatakan, SMK Negeri tiga Klaten tidak hanya menyampaikan keprihatinan, akan tetapi melakukan langkah yang nyata dengan membuat APD yang nantinya diberikan kepada rumah sakit secara gratis.

"Ini SMK 3 Klaten tidak hanya  cukup prihatin tetapi melakukan langkah-langkah yang nyata. Ini mendonasikan sebagian penghasilan untuk orang-orang yang terdampak covid 19. Selain itu  juga  untuk  membantu tim  medis," ungkap Kepala Sekolah SMKN Tiga Klaten Pramuaji. 

Hal itu dilakukan atas banyaknya rumah sakit yang mengalami kekurangan APD. Alat pelindung diri yang dibuat tersebut sumber dananya berasal dari donasi  para guru dan karyawan terkumpul Rp 30 juta.

"Harapannya dengan adanya pemberian APD secara gratis itu dapat membatu para dokter dan perawat dalam menangani virus corona," tambah dia. 

Sejumlah rumah sakit  juga sudah mengirmkan proposalnya ke sekolah tersebut. Seperti halnya  RSUD Bagas WarasKlaten juga telah diserahkan 50 set APD jenis astronot. 

Dikatakan pramuaji untuk bahan baku yang digunakan untuk APD tersebut memang sidikit mengalami kesulitan. Adam Sutanto

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00