Menteri Pendidikan Akan Buka Rakornas Pesantren Muhamadiyah di Kampus UMS Surakarta

KBRN Surakarta : Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LP2 PM) menggelar “Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pesantren Muhammadiyah,”.

Untuk tahun ini, diselenggarakan pada 28-29 Dzulhijjah 1440 H./ 29 – 30 Agustus 2009 di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta, Kamis (29/08/2019).

Hajatan nasional dalam bentuk silaturrahmi tahunan para pengelola pondok pesantren di lingkungan Muhammadiyah ini diyakini menjadi amal jariyah untuk umat Dan bangsa.

Dr. H. Maskuri, M.Ed., Ketua LP2 PM, mengatakan, bahwa Pesantren di lingkungan Muhammadiyah kini banyak mengalami perubahan, mulai dari sistem kelas hingga sistem pembelajaran yang umumnya banyak berkembang mengiringi perkembangan berbagai disiplin ilmu seperti sain, matematika, fisika, kimia, biologi, geologi berbagai bahasa. Untuk merespon banyak perubahan inilah, LP2 PM menggelar hajatan berupa Rakornas tersebut. 

“Muhammadiyah sebagai civil society, tidak bisa dipisahkan dari pesantren, karena memang K.H. Ahmad Dahlan sebagai pendirinya, adalah juga sebagai alumni pesantren, ” katanya.

Rakornas yang akan berlangsung selama 2 hari tersebut, diikuti oleh sekitar 300 peserta utusan dari seluruh pimpinan LP2 dan Pesantren Muhammadiyah se-Indonesia. Akan dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy.  Sejumlah tokoh juga akan mengisi Rakornas ini di antaranya Ketua PP Muhammadiyah Dr Haedar Nasher M.Si dan lainnya.

Rakornas ke-4 ini, bertujuan untuk penguatan kelembagaan, tatakelola, dan kaderisasi pesantren Muhammadiyah yang unggul dan berkesinambungan.

Tema yang diusung, sesuai dengan tujuannya,  yaitu “Penguatan Kelembagaan, Tatakelola, dan Kaderisasi Pesantren Muhammadiyah”.

Menurut Maskuri, dengan tujuan dan tema ini, Rakornas berarti dari sisi kelembagaan, pesantren Muhammadiyah perlu ada penguatan, terutama dari majelis/lembaga yang ,membina, mulai dari tingkat pusat sampai tingkat cabang.

Dari sisi tatakelola, masih menurut Maskuri, perlu ada penguatan dengan menerapkan manajemen modern. Hal ini, penting, karena dengan manajemen modern pesantren Muhammadiyah berarti menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pendidikan dan pada gilirannya masyarakat akan memiliki kepercayaan (trust) terhadap pendidikan di lingkungan pesantren Muhammadiyah.

Untuk mencapai maksud dan tujuan rakornas di atas, Panitia merencanakan akan menyajikan materi-materi terkait dengan narasumber sesuai bidangnya.

Diantaranya, arah Pengembangan Pesantren yang Berkemajuan, kemudian Pesantren Muhammadiyah sebagai Pusat Kaderisasi Ulama, Zuama, dan Pendidik, lalu Peningkatan Tatakelola Sekolah dan Madrasah Muhammadiyah yang Berkeunggulan, Tatakelola Pesantren Muhammadiyah yang Berkeunggulan, dan Penguatan Kelembagaan dalam Upaya Kaderisasi Pesantren Muhammadiyah yang Berkeunggulan, dan lainnya. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00