SMK Seni dan Budaya Didirikan di Sragen, Ini Kebutuhan Anggarannya

KBRN Sragen: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kecamatan Tanon, Sragen. SMK Negeri 1 Tanon ini fokus pada ilmu seni dan budaya, layaknya SMKI/SMKN 8 Solo.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono melakukan peletakan batu pertama di lahan seluas, 1,7 Hektar di Desa Gawan itu Jumat (9/8/2019) sore. Pembangunan SMK ini menjadi harapan cerah bagi warga Tanon dan sekitarnya. Lantaran selama ini belum ada sekolah negeri setingkat SMA/SMK di Kecamatan Tanon.

Sri Puryono mengatakan sejak awal berpijak sesuai aturan Inpres nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK. Berdasarkan kajian SMK di Tanon ini punya potensi mengembangkan bakat seni dan budaya generasi muda.  

”Saya berunding termasuk dengan Pak Gubernur, di wilayah Eks Karisidenan Surakarta ini masih minim SMK yang bergerak di bidang Seni dan budaya. Setelah itu, kita rancang cari lokasi yang strategis, dan Desa Gawan ini lokasi yang strategis. Di tepi jalan besar dan dekat dengan pemukiman,” terangnya.

Dia menilai, selama ini banyak seniman yang lahir dari Bumi Sukowati. Namun pejabat yang lahir di Kabupaten Sragen itu menyebutkan belum ada satupun sekolah seni yang berdiri.

"Seni budaya itu bukan sekedar memukul gamelan, tapi budi pekerti kita terbentuk dari situ, Budaya itu rohnya bangsa," jelasnya.

Pihaknya berharap kedepan setelah siap beroperasi mampu menghasilkan pendidikan yang bagus. Selain juga mampu menghasilkan lulusan yang terdepan dan berkualitas.

"Bagi yang ambil jurusan seni dan budaya, bisa melanjutkan ke ISI/STSI Solo," ujarnya.

Sri Puryono membeberkan, pengadaan lahan dari pemerintah Provinsi. Sedang anggaran pembangunan bantuan dari pusat. Anggaran tahap pertama ini digelontorkan Rp 6 Miliar. Sedangkan selesai semua antara Rp 10-11 miliar.

”Ini tahap pertama, mudah-mudahan tahun depan sudah selesai,” terang Sekda.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00