Antisipasi Peredaran Narkoba, Satpol PP dan BNNK Surakarta Tes Urin Belasan Pelajar

KBRN, Surakarata: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surakarta bersama Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surakarta melakukan tes urine narkotika kepada belasan pelajar yang terjaring razia membolos sekolah.  Para pelajar tersebut dibawa ke Kantor Satpol PP, Kampung Baru, Pasar Kliwon, Surakarta, kamis, (1/8/19), usai kedapatan nongkrong di warung pada jam sekolah.

"hari ini kita razia lagi, dari awal kegiatan belajar mengajar mulai aktif, ini kita baru 2 kali melakukan kegiatan operasi pelajar bolos," ungkap Kepala Satpol PP Surakarta, Sutardjo Kepada wartawan di kantor satpol PP kota Surakarta.

Sebelum dilakukan tes, Belasan pelajar yang terjaring Razia itu dibina di kantor Satpol PP dengan melakukan pelatihan baris berbaris, hal itu untuk menumbuhkan sikap kedisiplinan siswa.

"kita ajarkan siswa bolos ini PBB, karena baris berbaris ini juga melatih kedisiplinan dan jiwa korsa," bebernya.

Sutardjo menjelaskan tes urin tersebut sebagai bentuk pencegahan peredaran dan penggunaan obat-obatan terlarang di kalangan pelajar. Sebab pelajar yang tak disiplin dikhawatirkan rawan terpapar narkoba.

  ia mengingatkan agar seluruh pelajar di Kota Solo agar tidak melakukan perbuatan indisipliner dengan membolos sekolah apalagi mengkonsumsi barang haram.

"Ini kan banyak siswa yang tidak disiplin, jadi kita kerjasama dengan BNN untuk tes urin, biar bisa lihat ada yang pakai atau enggak,"ungkapnya.

Sebagai upaya penanganan lebih lanjut, Satpol PP juga akan memberikan sesi khusus untuk sosialisasi dan pemberian motivasi kepada pelajar yang terdata pernah membolos, nantinya akan dilakukan evaluasi bersama pihak sekolah terkait perkembangan siswa tersebut. 

“Kita tidak berhenti pada operasi, nanti tindaklanjutnya kami mengundang sejumlah siswa yang pernah terjaring Razia, kita masukkan dalam satu tempat diberikan motivasi, setelah itu kita kembalikan ke sekolahan nanti selang berapa minggu kita cek, bagaimana perubahannya," tandasnya.

Sementara itu Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Surakrata Junaedi, mengatakan berdasarkan tes urin yang dilaksanakan selama dua hari ini tidak ditemukan pelajar yang terindikasi positif menggunakan narkoba.

Selai itu Junaedi mengingatkan kepada para orang tua dan masyarakat untuk turut mengawasi lingkungan di sekitarnya, sebab berdasarkan hasil penelitan Universitas Indonesia dengan BNN pusat dari 100 orang pelajar 2 orang diantaranya rentan terpapar narkoba.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00