JMS Kejari Sukoharjo Bentuk Penguatan dan Tanamkan Rasa Nasionalisme Terhadap Para Pelajar

KBRN Sukoharjo :  SMA Negeri 1 Nguter menjadi tempat sosialisasi hukum dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo, Jumat (26/07/2019) pagi.

Kegiatan yang bertajuk “ bahaya penyalahgunaan narkoba dan zat aditif lainnya”  merupakan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS).

Menghadirkan beberapa nara sumber dari Kejari Sukoharjo diikuti diikuti puluhan siswa perwakilan dari masing-masing kelas.

Kasi Intel Kejari Sukoharjo Yohanes Kardinto mengatakan, program JMS ini merupakan program pemerintah pusat yang dicanangkan di seluruh wilayah Indonesia, yang harus diterapkan secara intensif.

“ Ya, JMS merupakan program dari pemerintah pusat dan secara berkala kali lakukan maksimal 1 kali dalam satu bulan ,” ungkap Yohanes kepada RRI.

Menurutnya, inti dari kegiatan JMS  diantaranya memberikan sosialisasi dari berbagai hal mulai dari penyebaran hoax melalui media sosial (medsos) hingga bahaya mengkonsumsi narkoba.

“ Disamping itu Kejari juga melakukan fungsi preventif yakni mencegah terjadinya kejahatan dengan melakukan penerangan hukum. Beberapa yang disampaikan dalam paparannya adalah potensi pelanggaran terhadap Undang undang transaksi elektronik UU ITE nomor 11 tahun 2008 yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik ,” tukasnya.

Melalui kegiatan JMS yang dilakukan maksimal dua bulan sekali, Yuhanes Kardinto berharap dapat menanamkan rasa nasionalisme. Selain itu agar para siswa yang merupakan generasi penerus terhindar dari arus deras tentang berbagai kegiatan negative.  

“ Program JMS bertujuan untuk mengenalkan produk hukum seperti undang-undang serta mengenal keakraban lembaga Kejaksaan dan tupoksinya di kalangan pelajar khususnya pelajar SMA ,” cetus Yohanes.

Sementara itu istri Kejari Sukoharjo Nyonya Nunung Retno Tatang Agus Voliyantono yang juga hadir dalam kegiatan JMS menambahkan kegiatan penyuluhan hukum di sekolah juga dalam rangkaian memperingati HUT Hari Bhakti Adhyaksa ke 59 dan HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakarini XIX tahun 2019.

“ Kami sengaja menyasar ke anak-anak muda baik sekolah SMA dan SMA. Sebab mereka rawan akan berbagai bentuk narkoba. Kegiatan itu kami lakukan secara berkala ,” ungkapnya.

Kepala Sekolah SMAN I Nguter Sudibjo sangat mengapresiasi adanya program JMS tersebut.

“ Kami berikan apresiasi kepada Kejari Sukoharjo. Sebab dengan pemahaman hukum sejak dini kegiatan JMS akan membantu proses pembentukan karakter anak bangsa yang berbasis hukum ,” cetus Sudibjo.

Dia juga optimis dengan memahami dan mentaati hukum anak bangsa ini akan menjadi anak yang berprestasi dan membanggakan serta bisa diharapkan menjadi pemimpin masa depan. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00