Mahasiswa UNISRI Mendampingi Pemuda Desa Guli Dalam Meningkatkan Ketrampilan Menjadi Barista

Mahasiswa UNISRI Mendampingi Pemuda Desa Guli Dalam Meningkatkan Ketrampilan Menjadi Barista.

KBRN, Boyolali: KKN-T MBKM UNIVERSITAS SLAMET RIYADI SURAKARTA Tahun 2022 mengusung tema “UNISRI Berkontribusi Dalam Kebangkitan Pasca Pandemi”. Kelompok 55 dari KKN UNISRI dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dra. Damayanti Suhita, M.Si. Pada Minggu (7/8/2022) menyelenggarakan kegiatan pendampingan Pemuda desa Guli menjadi barista. Raymondous Christian Vieri sebagai pelaksana kegiatan berharap dari kegiatan tersebut dapat mengasah kemampuan dan menambah wawasan pemuda untuk dapat menjadi Barista.

"Kegiatan ini di lakukan dengan menargetkan seluruh pemuda yang memiliki minat untuk menjadi barista untuk meningkatkan ketrampilan bekerja di desa ini," jelasnya.

Pembatasan sosisal yang diterapkan di Indonesia selama pandemi covid-19, memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat. Untuk merespon hal tersebut maka tergeraklah untuk dapat memberikan bantuan edukasi keterampilan kepada masyarakat terutama pemuda di Dukuh Girang Gunung, Desa Guli Kecamatan Nogosari yang terdampak pandemic covid-19. Program ini merupakan bagian MBKM yang juga sekaligus memberikan pengalaman pada mahasiswa untuk dapat belajar di luar kampus, serta dapat berkontribusi dalam memecahkan permasalahan kemanusiaan yang ada di desa.

"Desa Girang Gunung, Guli mayoritas penduduknya bekerja di sektor wirausaha dan karyawan swasta yang sangat merasakan dampak ekonomi selama pandemic. Jumlah pesanan yang tidak stabil dan cenderung banyak penurunan pesanan serta banyaknya karyawan swasta yang di rumahkan. Oleh karena itu diselenggarakan Program edukasi pemberdayaan masyarakat untuk menambah ketrampilan pemuda dalam mengolah produk kopi terutama menjadi barista," jelasnya.

Kegiatan ini dilaksanakan di desa Girang  Gunung, Guli, Nogosari, Boyolali. Dengan peserta pemuda desa yang memiliki berbagai latar belakang, diantaranya pemuda fresh graduate yang belum bekerja, pemuda yang putus kontrak kerja karena pandemi, pekerja meuble yang ingin mendapatkan tambahan penghasilan, dan anggota karangtaruna dll.

"Pelatihan ini tidak hanya berupa penyampaikan informasi secara lisan, namun peserta pelatihan diberikan kesempatan untuk dapat praktik dan merasakan kopi hasil racikan mereka sendiri. Melalui pelatihan ini peserta diberikan pengetahuan dasar kopi, Potensi usaha kopi, dan ketrampilan meracik kopi dengan alat sederhana dan terjangkau namun bernilai tinggi," ungkapnya.

Kegiatan yang di hadiri oleh 11 peserta ini dapat berjalan lancar tanpa adanya kendala dan mendapat antusias yang luarbiasa dari pemuda. Karena pada biasanya pelatihan barista diselenggarakan oleh instansi dan membayar biaya pelatihan. Namun di desa ini dapat di selenggarakan secara gratis tanpa dipungut biaya apapun. (Ase)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar