Asah Kemampuan Literasi Murid Dengan Membuat Mind Mapping

KBRN Surakarta : Sejumlah 120 murid kelas IV SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta kembali mengikuti kegiatan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), Kamis (18/08/2022) pagi.

Diawali dengan penguatan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan doa, membaca Al-Quran, nasihat kebaikan, dan shalat Dhuha.

Selanjutnya murid-murid menuju ke aula sekolah dengan membawa alat dan bahan yang telah diinformasikan. Ada yang membawa kertas asturo, pensil spidol warna, serta teks bacaan.

Sebagai pemantik mereka diminta memirsa atau menyaksikan potongan film berjudul Iqro My Universe. Selanjutnya mereka menemukan judulnya, para pemain/tokoh ceritanya, latar ceritanya, hingga amanat/hikmah ceritanya. Mereka tulis dalam secarik kertas. Selanjutnya perwakilan murid ada yang mempresentasikan di depan teman-temannya.

Waka Humas SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta, Rahmat Hariyadi, S.Pd., yang sekaligus memandu kegiatan tersebut menyampaikan bahwa berliterasi itu maknanya luas.

"Literasi itu tidak hanya sekedar membaca buku. Memirsa sebuah film, kita mengetahui tokoh-tokoh dan wataknya, mengetahui latar ceritanya, mengetahui alur dan urutan ceritanya, mengetahui amanat atau hikmah ceritanya, menulisnya dan mempresentasikannya itu juga termasuk literasi," paparnya.

Selanjutnya murid-murid mendapatkan penjelasan tentang pentingnya literasi, tahapan membuat mind mapping, sebagai salah satu produk hasil berliterasi.

Salah satu murid kelas IV B, Ghazi Arkan Fayzulhaq memyampaikan rasa senangnya dapat membuat mind mapping.

"Senang dapat membuat mind mapping bersama teman-teman. Awalnya susah karena belum terbiasa. Kita harus memahami teks bacaannya. Tentukan topik atau mudahnya judul bacaannya di bagian tengah. Kemudian menambahkan cabang berdasarkan topik utamanya, atau mudahnya sub judulnya. Lalu memperhatikan warna dan gambar simbol yang dapat menguatkan ingatan kita," terangnya.

Selesai membuat mind mapping, murid-murid belajar tentang jenis-jenis tanaman apotek hidup. Mengetahui dan menuluskan nama-namanya, ciri-cirinya, dan menggambarnya dalam sebuah Lembar Kerja.

"Jadi lebih kenal perbedaan antara jahe, kunyit, kencur, temu lawak, lempuyang, kengkuas. Baunya berbeda satu dengan lainnya. Bentuknya juga berbeda, meski ada yang mirip," lanjut Arkan.

Kegiatan membuat mind mapping maupun mengenal jenis-jenis tanaman obat maupun empon-empon ini tentunya menjadi pengalaman tersendiri bagi para murid.

"Dengan mereka membuat mind mapping menumbuhkan jiwa bergotong royong, berpikir kritis, dan kreatif. Harapannya mereka akan terus berproses, sehingga karakter profil pelajar pancasila akan terbentuk pada diri setiap murid," harap Rahmat. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar