Irmawati Setyaningsih Beri Wawasan Terhadap Penipuan Transaksi Elektronik di Desa Rembun Nogosari Boyolali

Irmawati Setyaningsih Beri Wawasan Terhadap Penipuan Transaksi Elektronik di Desa Rembun Nogosari Boyolali.

KBRN, Surakarta: Pada kasus penipuan secara online yang pasti melalui smartphone makin marak terjadi dan mengakibatkan kerugian para korban. Maka adanya kasus penipuan secara online atau disebut juga dengan transaksi elektronik diperlukan aturan dengan pasal yang jelas.

Seperti pada pasal 378 KUHP mengatur tindak pidana penipuan sebagai berikut, “Barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan menggunakan nama palsu atau martabat (hoedaningheid) palsu; dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang, diancam, karena penipuan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun.” ungkap Irmawati Setyaningsih, Sabtu (13/8/2022).

Tentu untuk meminimalisir kasus penipuan pada transaksi elektronik diperlukan sosialisasi ke masyarakat. Sosialisasi pada daerah yang dituju yaitu di Desa Rembun, Nogosari, Boyolali. 

Memang diperlukan sosialisasi karena sudah terbukti banyak edaran berita pada masyakrakat Boyolali sangat rentan dan mudah tertipu saat bertransaksi elektronik. Dalam sosialisasi, warga desa Rembun juga mengatahui wawasan seperti penyebab dan ciri-ciri penipuan secara online dari penyampaian materi oleh mahasiswa akhir.

Tidak lupa juga untuk memberi wawasan tips menghindari penipuan secara online kepada warga Desa Rembun. Tipsnya yaitu jangan mudah terpikat dengan barang yang menyajikan dengan harga yang dibawah standar. Lalu lihat testimoni penjual, dipastikan juga itu testimoni asli atau palsu. Jika masih meragukan diharapkan berpindah alih ke toko online resmi. 

Jika barang yang ingin dibeli dari sosial media akan lebih baik bertransaksi COD (Cash On Delivery) yaitu transaksi jual-beli bayar ditempat saja. Saat sosialisasi sedang berlangsung, warga yang menghadiri sangat antusias sekali dalam pemaparan materi yang telah diberikan.  Dengan begitu, diharapkan warga Desa Rembun bisa menerapkan materi yang sudah disampaikan supaya terhindar dari penipu yang berkeliaran di dunia maya. (Ase)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar