Bahas Self Regulation dan Self Efficacy, Prodi S-2 Pendidikan Sains UNS Adakan Webinar

Bahas Self Regulation dan Self Efficacy, Prodi S-2 Pendidikan Sains UNS Adakan Webinar.

KBRN, Surakarta: Program Studi (Prodi) S-2 Pendidikan Sains Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar webinar series. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (29/6/2022) dengan tema ‘Self Regulation, Berpikir Kritis, dan Pendidikan Sains’. Webinar ini merupakan kegiatan rutin Prodi S-2 Pendidikan Sains yang diikuti oleh dosen, mahasiswa, peneliti, dan masyarakat umum.

Dalam webinar ini, Prodi S-2 Pendidikan Sains menghadirkan Dr. Budi Utami, M.Pd. sebagai narasumber. Dr. Budi Utami juga merupakan Dosen S-1 Pendidikan IPA UNS. Kegiatan webinar ini bertujuan untuk memberikan wawasan, motivasi, dan diskusi kepada para peserta webinar terutama mahasiswa sebagai calon guru.

Dr. Budi Utami memaparkan bahwa dalam self regulation itu sangat penting untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. 

“Self regulation merupakan proses proaktif yang digunakan siswa untuk memperoleh keterampilan akademis, seperti menetapkan tujuan, strategi memilah dan menggerakkan, dan efektivitas self-monitoring seseorang. Self regulation adalah suatu proses yang digunakan siswa untuk mengaktifkan dan mempertahankan kognisi, emosi, dan perilaku untuk mencapai tujuan pribadi. Self regulation ini dianggap dapat meningkatkan motivasi dan prestasi akademik siswa,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dalam menumbuhkan self regulation, guru harus mengetahui tentang perbedaan yang ada dalam diri siswa. Selain itu, guru juga harus memberikan motivasi dan semangat, menumbuhkan rasa kepercayaan diri siswa, mempersiapkan siswa untuk belajar mandiri, dan memberikan reward kepada siswa. 

“Siswa yang memiliki keyakinan terhadap kemampuannya, di sisi lain Ia tidak mampu mengasah keterampilannya dalam membuat strategi belajar yang efektif maka hal tersebut akan melemahkan usahanya dalam mencapai prestasi akademik yang diharapkan. Siswa dengan self-efficacy yang tinggi, akan tetapi tidak memiliki self regulation yang baik, maka prestasi akademik yang dicapai tidak selalu lebih tinggi dari siswa dengan self-efficacy rendah yang memiliki self regulation yang baik,” pungkasnya.  (Ase)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar