Wedangan IKA UNS Seri ke-108 Bahas Perkembangan Terkini Pandemi dan Ekonomi

Wedangan IKA UNS Seri ke-108 Bahas Perkembangan Terkini Pandemi dan Ekonomi.

KBRN, Surakarta: Wedangan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali hadir membahas tentang Perkembangan Terkini Pandemi & Ekonomi: Apa yang Mungkin Terjadi? Acara Wedangan IKA UNS yang telah memasuki seri ke-108 tersebut dari rilisnya dilaksanakan pada Jumat (1/7/2022) malam melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung via YouTube Universitas Sebelas Maret. 

Rektor UNS, Jamal Wiwoho, S.H., mengatakan bahwa acara Wedangan IKA UNS yang sudah lama tidak muncul, kini tampil dengan warna baru. Selain itu, Jamal turut mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para alumni UNS atas dukungan yang telah diberikan. 

“Sebelumnya UNS berhasil meraih dua penghargaan sekaligus dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia (RI). Penghargaan pertama sebagai peraih poin tertinggi capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 7 yaitu kelas kolaboratif dan partisipatif tahun 2021. Serta penghargaan kedua atas capaian posisi tertinggi (Top 10%) IKU tahun 2021 pada liga Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH). Dan ini semua tak terlepas dari bantuan rekan-rekan alumni,” ucap Jamal dalam sambutannya. 

Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber pertama, Dosen UNS sekaligus Wakil Direktur Rumah Sakit (RS) UNS, Tonang Dwi Ardyanto.  Tonang memaparkan materi tentang Covid 19: Transisi Menuju Hidup Berdampingan? “Syarat untuk menuju transisi pandemi Covid-19 menjadi endemi pertama ditandai dengan transisi komunitas berada di level 1 selama tiga bulan berturut-turut. Kemudian syarat cakupan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap dengan target jumlah penduduk >70% dari total populasi. Serta reproduction rate atau laju penularan itu 1 atau di bawah 1 selama tiga bulan berturut-turut,” lanjut Tonang. 

Tonang menambahkan bahwa imunitas pasca infeksi dan pasca vaksinasi, dapat saling memperkuat menghadapi varian baru Covid-19. Dengan demikian, tak perlu takut dalam menghadapi Covid-19 varian baru yang muncul. Karena virus hanya bisa bermutasi ke tubuh manusia. Oleh karenanya, ketika kita sudah divaksinasi dosis lengkap, maka mutasi virus ke tubuh kita akan rendah. 

“Adapun sebagaimana yang disyaratkan World Health Organization (WHO), cara relaksasi dalam menghadapi pandemi Covid-19 dapat dengan meningkatkan kapasitas testing agar angka positivitas terbukti menurun. Kemudian meningkatkan cakupan vaksinasi karena terbukti efektif mencegah penyebaran. Serta secara perlahan melakukan pelonggaran, bukan endemi. Karena endemi itu berarti hampir semua risiko dan tanggung jawab dikembalikan kepada masing-masing,” terang Tonang. 

Sementara narasumber kedua, alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS yang saat ini menjabat sebagai Director in PWC’s Forensic Services & Financial Crime Unit Leader, Budi Santoso  memaparkan tentang Post-Pandemic Economic Recovery. 

“Hadirnya pandemi berdampak pada semua sektor kehidupan tak terkecuali sektor ekonomi. Maka, solusi untuk mengatasinya dengan melakukan transformasi digital. Sejak tahun 2020, banyak bisnis yang telah mengubah sistem usahanya ke digital,” ujar Budi. 

Namun, untuk bertransformasi ke digital masih ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Pertama, sebanyak 49% masyarakat Indonesia yang berumur 15 tahun ke atas, belum memiliki akses internet. Maka, tantangan inilah yang harus kita perbaiki bersama. 

“Oleh karena itu, untuk menciptakan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi setelah hadirnya Covid-19 pertama dengan meningkatkan investasi. Baik investasi dalam hal pendidikan, investasi kesehatan, maupun investasi yang menambah nilai. Kemudian meningkatkan revenue usaha Anda, mengurangi biaya yang tidak perlu, melakukan inovasi, dan mendukung persiapan tenaga kerja yang berkualitas,” tutup Budi.  (Ase)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar