Sekolah Inklusi Di Karanganyar Tak Miliki Guru Inklusi

ilustrasi pembelajaran siswa di sekolah

KBRN, Karanganyar: Beberapa sekolah dasar (SD) inklusi di Kabupaten Karanganyar ternyata tidak memiliki guru inklusi untuk mendampingi anak berkebutuhan khusus (ABK).

Adapun berdasarkan data Disdikbud Karanganyar salah satu SD Inklusi di Karanganyar yakni SDN 4 Bejen.

Kepada wartawan Kepala SDN 4 Bejen, Sri Mulyani, mengatakan tidak tersedia guru inklusi ini terjadi sejak pengelolaan Sekolah Luar Biasa (SLB) diambil alih Disdikbud Jateng.

"Pengalihan pengelolaan itu menyebabkan para guru inklusi hanya menangani siswa di Sekolah Luar Biasa ( SLB), sejak 2015," katanya, Sabtu (2/7/22).

Sri mengatakan, sebelum adanya kebijakan tersebur, terdapat sejumlah guru inklusi yang berkunjung ke SDN 4 Bejen. Hal itu dilakukan 2 kali dalam satu minggu berbarengan kunjungan ke sekolah luar biasa (SLB).

"Sebelum beralih ke provinsi, ada guru yang ke sekolah ini, seminggu 2 kali," katanya.

Dikatakan Sri, saat ini, di sekolah inklusi yang ia naungi, terdapat anak berkebutuhan khusus (ABK) di masing-masing tingkat. Selama ini, mereka mendapat pengajaran dari guru kelas biasa, padahal ABK seharusnya mendapat pendampingan khusus dari guru inklusi.

"Beberapa guru memang pernah mendapat pelatihan dalam pendidikan inklusi, tapi pelatihannya hanya bersifat umum tidak khusus," ungkapnya.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta Disdikbud Karanganyar untuk dicarikan solusi atas kebutuhan guru inklusi tersebut.

"SD inklusi lain juga gak ada kaya SD Kristen Karanganyar, SDN Popongan 2, dan SDN Bejen 1 itu juga tidak ada guru inklusinya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo, membenarkan adanya persoalan ini. Menurutnya Di Karanganyar terdapat sejumlah sekolah inklusi tetapi tidak ada guru inklusi.

"Memang ada sekolah inklusi, tapi gak ada gurunya, itu memang ada beberapa keluhan," katanya.

Untuk itu, lanjut Yopi, pihaknua akan meminta guru inklusi di SLB untuk berkunjung ke SD inklusi dengan mengawali pembuatan MoU dengan Cabang Dinas pendidikan dan kebudayaan Provinsi Jateng terkait kunjungan guru inklusi ke sejumlah SD inklusi di Karanganyar.

"Nanti kita akan MOU dengan cabang dinas pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk kunjungan guru inklusi," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar