Mahasiswi Fakultas Farmasi Rosa Sayentina Raih Gelar Student Award UMS Tahun 2022

KBRN Surakarta : Salah satu mahasiswi Universitas Muhammadiyah Surakarta dari Fakultas Farmasi Rosa Sayentina Amin, berhasil meraih gelar sebagai Student Achievement Awards atau mahasiswa peraih prestasi terbanyak nasional dan internasional yang digelar oleh UMS.

Selama tiga tahun sejak 2019, mahasiswi semester 8 ini meraih 13 penghargaan nasional dan internasional.

Tercatat Rosa panggilan akrabnya pernah meraih berbagai medali internasional diantaranya, Gold Medal World Young Inventors Exhibition di Malaysia  pada bulan Mei 2020, Gold Medal World Young Inventors Exhibition di Malaysia pada bulan Desember 2021 dan Silver Medal World Young Inventors Exhibition di Malaysia pada bulan Mei 2022.

Tak hanya itu, Rosa juga pernah meraih Best Invention Award Asian Young Investors pada bulan Desember 2021.

Selain prestasi internasional, Rosa juga tercatat memiliki prestasi kejuaraan nasional, diantaranya juara 2 Krenova Surakarta, Finalis LKTI Ecodays UNS, Ketua Tim Pendanaan PHP2D DIKTI, Pendanaan PKM-P DIKTI, PIMNAS UGM Ke-33, Pendanaan Bulan Penelitian UMS, Pemilik Hak Cipta Kemenkumham Dirjen Kekayaan Intelektual, Mahasiswa berprestasi 2 UMS, dan Pendanaan PPK Ormawa Kemendikbud.

Berkat sederet prestasinya tersebut, Rosa dinobatkan sebagai Student Achievement Award UMS 2022 dan berhasil membawa hadiah sebesar Rp 6.500.000,-.

Saat berbincang dengan sejumlah wartawan Rosa mengaku senang dan berterima kasih kepada UMS yang telah memberikan kesempatan, membimbing, dan memberikan pendanaan untuknya sehingga bisa memenangkan banyak kompetisi.

"Saya bisa bersyukur sekali bisa kuliah disini karena memberikan support yang maksimal kepada kami para mahasiswanya. Lalu supportnya itu tidak hanya soal pendanaan tapi cara emosional dan secara keilmuan support penuh," katanya saat ditemui di UMS, Selasa (28/06/2022).

Beberapa temuan membanggakan yang diteliti, yakni obat pasien obesitas, pasien diabetes, juga alat detektor untuk kosmetika.

"Untuk diabetes itu bekatul beras hitam yang memang sudah diteliti oleh dosen saya yakni Ibu Arifah. Untuk yang obesitas itu saya kombinasi antara jeruk nipis daun jati belanda dan daun jati cina, ya saya membuat satu suplemen diet dan food replacement untuk obesitas," jelasnya.

Meski telah meraih banyak penghargaan, mahasiswi asal Kecamatan Monggo kabupaten Jepara, itu ternyata sudah memiliki rencana untuk kedepan, salah satu untuk mengembangkan produk dan juga melakukan pemasaran produk-produk hasil temuannya.

"Untuk kedepan saya masih ada presentasi jurnal dua internasional ya mungkin akhir bulan ini, lalu untuk tahun depan itu saya ada program profesi dan juga rencananya ada pengembangan produk yang disampaikan itu saya usahakan untuk bisa dipasarkan secara umum dimasyarakat," pungkasnya. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar