FOKUS: #CORONA

21 Siswa-Guru Positif Semua OTG, Kepala SMA Warga Berharap Kasus Selesai dan PTM Dilanjutkan

Petugas dari SMA warga melakukan penyemprotan desinfektan di sejumlah fasilitas sekolah menyusul 21 siswa dan guru positif Covid-19.

KBRN, Surakarta: Satgas Penanganan Covid-19 SMA Warga Solo berupaya untuk memutus mata rantai penularan Covid 19 yang terjadi di sekolah tersebut. Selain melaksanakan tracing terhadap kontak erat dan dekat pihak sekolah juga melakukan evaluasi Protokol Kesehatan dan penyemprotan desinfektan baik di ruang kelas maupun fasilitas sekolah lainnya.

Kepala SMA Warga Purwoto mengatakan, meskipun kasus positif bertambah 21 siswa dan guru namun saat ini semuanya dalam kondisi sehat tanpa gejala. Sejak diketemukannya kasus Covid pihaknya sudah menghentikan sementara pembelajaran tatap muka dan diganti secara daring.

"Semua yang dinyatakan positif dalam kondisi sehat. Kami sudah memutuskan pembelajaran jarak jauh PJJ atas instruksi dari Dinas Pendidikan," ungkap Purwoto, Jumat (28/1/2022).

Menurutnya, secara ketentuan pembelajaran daring dilaksanakan 14 hari sejak diketemukannya kasus. Sehingga pihaknya berharap penutupan sekolah tidak terlalu lama sehingga PTM 100 persen segera dilaksanakan kembali.

“Sesuai ketentuan 14 hari ditemukan kasus akan tetapi diamati perkembangan situasi sehingga bisa lebih cepat dilakukan PTM sesuai regulasi yang ada. Terlebih semuanya yang terpapar covid ini semuanya OTG,” tutur dia.

Lanjut Purwoto, Dinas Kesehatan dan sekolah kembali melakukan tracing lanjutan dari 11 kontak erat dan dekat yang dinyatakan positif Covid-19. Tracing sebanyak 225 orang di lingkungan SMA warga semuanya di Swab

Dari hasil tracing terakhir diketahui 9 orang terpapar covid 19. Dengan demikian jumlah total kasus covid di lingkungan SMA Warga Solo sebanyak 21 orang.

Sementara Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jateng Suratno, mengatakan dengan kejadian ini pihaknya melakukan evaluasi pelaksanaan PTM 100 persen. Pihaknya mengundang Seluruh kepala sekolah SMA,SMK, SLB negeri maupun Swasta dan seluruh pembina akan melaksanakan evaluasi PTM. 

Hal itu dimaksudkan agar tidak terjadi pelanggaran prokes mengingat anak-anak pelajar dianggap rentan tertular covid 19 varian omicron.

“Sebenarnya selama ini PTM 100 persen berjalan lancar dan setiap sekolah kami minta membuat laporan tentang pelaksanaan PTM dan melaporkan kejadian khusus yang ada di sekolah manakala ada siswa atau guru yang terpapar,” beber Suratno.

Seperti diberitakan sebelumnya, temuan kasus Covid-19 di SMA Warga Solo berawal seorang guru sakit demam dan pusing setelah melakukan praktek pengambilan video di salah satu destinasi wisata di Boyolali. Guru tersebut kemudian memeriksakan diri ke rumah sakit.

Karena ada gejala guru itu dilakukan swab PCR dengan hasil keluar pada Senin, 24 Januari 2022 dengan hasil positiv covid 19. Setelah hasil swab positif sekolah melaksanakan tracing kontak erat ada sebanyak 12 orang tersebut 11 diantaranya dinyatakan positif. Fatimah/MI

Dikirim dari Yahoo Mail di Android

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar