Dosen ISI Surakarta Juara 2 Pada Penghargaan Abdidaya Kemendikbudristek

.

KBRN, Surakarta: Dalam rangka memberi apresiasi kepada stakeholder pelaksana kegiatan kemahasiswaan bidang pengembangan masyarakat, maka digagas sebuah program dengan tajuk Abdidaya. Abdidaya diambil dari kata “Abdi” yang berarti proses  mengabdikan diri dan “Daya” yang berarti sebuah kekuatan atau kemampuan untuk mengatasi/mendirikan sesuatu. Abdidaya untuk pertamakalinya dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Ditjen iktiristek) Kemdikbudristek RI, khususnya Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa).

Saat dikonfirmasi, Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S.Kar., M.Hum. mengatakan pada kesepatan Abdidaya edisi pertama tahun 2021, ISI Surakarta berhasil melolosakan 3 Nominator yaitu 1 Nominator kategori Dosen Pendamping Program Pengembangan Pemberdayaan Desa (P3D) atas nama Muhammad Salim, S.Sn., M.Sn, 1 Nominator kategori Dosen Pendamping Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) atas nama Nur Rahmat Ardi Candra D.A., S.Sn., M.Sn. dan1 Nominator kategori Mitra Desa P3D. 

Lebih lanjut, Nyoman menyampaikan pada akhir acara Abdidaya tahun ini telah berhasil memgumumkan beberapa kejuaraan pada setiap kategori perlombaannya dan ISI Surakarta mampu menyabet Juara 2 pada  satu kategori kejuaraan yaitu kategori dosen pendamping PHP2D atas nama Nur Rahmat Ardi Candra D.A.., dosen program studi Film dan Televisi yang pada tahun ini juga sebagai dosen pendamping hibah nasional PHP2D UKM Penalaran ISI Surakarta. 

“Selamat dan sukses atas raihan prestasi Pembina dan para mahasiswa PHP2D UKM Penalaran ISI Surakarta, jangan lelah dan terus berikan yang terbaik untuk Institusi ISI Surakarta,” ucap Rektor ISI Surakarta, Selasa (07/12/2021).

Rektor berharap dengan Program Abdidaya mampu menjadi alternatif untuk mengapresiasi kinerja yang apik antara unsur organisasi kemahasiswaan, lembaga mitra desa, dosen pendamping dan sistem pendukung program (PHP2D, P3D, Wira Desa) untuk terus bersemangat dalam membangun desa. 

"Rangkaian Abdidaya 2021 diadaptasi dari berbagai kegiatan sejenis untuk mengapresiasi tokoh-tokoh pemberdaya masyarakat yang akan dinilai oleh juri dengan komposisi yang terdiri dari perwakilan akademisi dan praktisi bidang pengabdian," jelasnya.

Dikatakan, pada tahun 2021, karena kondisi Pandemi COVID-19 yang belum usai, maka kegiatan yang terselenggara tentunya harus menyesuaikan kondisi yang ada. Skema kompetisi melalui kombinasi luring dan daring (hybrid) yang dilaksanakan sepanjang kegiatan ini mulai dari tanggal 1 – 6 Desember 2021 dengan tuan rumah Abdidaya pertama ini adala Intitut Pertanian Bogor.

" Kami berharap inisiasi kegiatan baru ini mampu memberikan wadah bagi seluruh elemen untuk terus produktif dan tidak pantang menyerah dalam membangun desa," pungkasnya.. (ISI SKA/NRA)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar