FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Puluhan Siswa Positif Covid-19 saat PTM Disdik Evaluasi Prokes di Sekolah, Gibran : Ortu Tak Abai Prokes Anak

Foto Ilustrasi, Seorang pelajar SMPN di Kota Solo dijemput orang tuanya di halaman sekolah setelah pulang mengikuti PTM terbatas.

KBRN, Surakarta: Kasus positif Covid-19 dari surveilans Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Solo kembali bertambah, menjadi 31 orang. Meliputi 29 pelajar dan 2 orang guru. 

Protokol kesehatan PTM di sekolah sekolah yang ditemukan kasus positif Covid-19 akan dilakukan evaluasi. Terlebih bagi yang terjadi klaster sekolah dari Surveilans. 

"PTM-nya akan dimulai dari awal terbatas fase 1 diulang didata kembali dan SOP akan diperbaiki," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Surakarta Dwi Ariyatno kepada RRI, Sabtu (4/12/2021).

Dwi menjelaskan, setelah kasus pelajar terpapar Covid-19 ini, evaluasi protokol kesehatan sama seperti surveilans tahap pertama. Beberapa sekolah yang potensi penularan, seperti SDN Beskalan yang ditemukan 13 kasus Covid-19 positif akan diperketat, dan SOP akan diperbaiki. 

Menurut Dwi, perlunya mekanisme PTM di SDN tersebut akan disimulasikan ulang. PTM juga dimulai dari kelas 6 dengan penerapan protokol kesehatan diperketat.

"Dicek model interaksinya seperti apa, kan di proses evaluasi perilaku kan kelihatan. Kalau seperti ini kami fokus di Beskalan mekanisme PTM seperti apa kami ingin simulasi ulang. Jadi nanti kalau PTM-nya kembali dimulai nanti akan saya minta dari awal PTM terbatas, fase 1 diulang didata kembali SOP yang diperbaiki," jelasnya.

Sementara itu Dwi menyampaikan saat ini masih berlangsung pembelajaran jarak jauh sejak dilaksanakan Surveilans PTM dengan PCR. Sementara itu sekolah yang kasus positifnya tidak menjadi klaster dimungkinkan pekan depan sudah mulai PTM lagi. 

"Kalau seumpama tidak ada lagi kontak eratnya ya selesai isolasi mandiri mungkin saya tinggal minta rekomendasi di puskesmas boleh PTM atau tidak kalau sudah berarti tinggal konfirmasi kepala sekolah mempersiapkan. sekolah yang lain berakhir kontak tracing exit test selesai pekan depan sudah bisa PTM," ujar dia 

Walikota Solo Gibran Rakabuming meminta orang tua berperan aktif ikut mengawasi aktivitas anak anaknya. Terutama dalam penerapan protokol kesehatan, agar PTM bisa berlangsung terus.

"Kalau terjadi klaster seperti ini kan sekolah tidak bisa disalahkan. Orang tua juga harus peran aktif, anaknya pulang ke sekolah itu langsung pulang apa main kemana. Harus ada pengawasan. Tapi tenang semua anak anak ini OTG (orang tanpa gejala)," beber Gibran.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta dr Siti Wahyuningsih menyampaikan 1 kasus tambahan di SDN Beskalan ditemukan dari tes akhir. Kini pihaknya langsung melakukan tracing kepada pelajar yang terkonfirmasi positif Covid-19, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. "

Untuk diketahui hasil surveilans PTM tahap dua menyasar 29 sekolah ditemukan 31 kasus positif. Perinciannya dua siswa di SD Cinderejo, empat siswa dan satu guru di SD Semanggi Kidul, serta 12 siswa dan satu guru di SD Beskalan. 

Kemudian, masing-masing seorang siswa di SMPN 6, SMAN 8, dan SMA Muhammadiyah 1 siswa. Lalu, delapan siswa dari SMP Muhammadiyah 7. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar