FOKUS: #VAKSIN COVID-19

28 Pelajar dan 2 Guru di Solo Positif Covid-19, Update Hasil Surveilans PTM

Dua orang petugas kesehatan mengambil sampel Swab PCR pelajar sekolah dasar dalam program Surveilans PTM.

KBRN, Surakarta: Pelajar Terpapar Covid-19 hasil dari surveilans Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Solo terus bertambah bahkan kini menjadi 28 siswa. Selain itu sampai Senin (29/11/2021) siang terdapat 2 guru yang juga terkonfirmasi positif virus Corona. 

Data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) dari skrining awal, dan dilanjutkan tracing totalnya ada 30 kasus. Perincian, 30 kasus itu, adalah dua siswa di SD Cinderejo, empat siswa dan satu guru di SD Semanggi Kidul, serta 11 siswa dan satu guru di SD Beskalan. 

Kemudian, masing-masing seorang siswa di SMPN 6, SMAN 8, dan SMA Muhammadiyah 1 siswa. Lalu, delapan siswa dari SMP Muhammadiyah 7. 

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, menyampaikan jumlah 30 kasus positif ini lebih baik jika dibandingkan surveilans tahap pertama yang ditemukan 62 kasus positif. Menurut Dwi ada perubahan mekanisme yang diterapkan saat surveilans, di mana setelah pengambilan sampel kegiatan belajar mengajar dilaksanakan jarak jauh (PJJ) sampai menunggu hasil keluar. 

Ternyata metode ini bisa menekan penularan Covid-19. Totalnya 30 kalau dilihat dengan progresnya cukup baik jika dibandingkan tahap pertama itu ada perubahan bagi yang tes PJJ. Kalau yang dulu itu masih lanjut PTM-nya. Sekarang selesai tes langsung PJJ, jadi kalau ditemukan interaksi nya terjaga," jelas dia usai mengikuti rapat evaluasi PTM di Balaikota, Senin (29/11).

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan jumlah itu belum final karena masih ada hasil uji swab PCR di beberapa sekolah yang belum keluar. Seluruh hasil uji swab acak itu diharapkan keluar pada akhir pekan ini. 

Adapun total sementara sampel yang diuji sebanyak 10.248, Jumlah itu hanya untuk lingkungan sekolah. Artinya, sampel kontak erat dan kontak dekat siswa yang terpapar di luar lingkungan sekolah belum masuk. 

“Sekolah yang baru uji swab pada Jumat (26/11/2021), mayoritas institusi pendidikan di bawah Kementerian Agama (Kemenag). Hasilnya kemungkinan keluar Selasa (29/11/2021). Kami juga mengambil sampel mereka, meski sampai saat ini belum ada orang tua maupun wali siswa yang ikut tertular,” beber dr Ning.

Sementara itu semua sekolah yang terdapat kasus pelajar terkonfirmasi Covid-19 ditutup sementara dan PTM digantikan dengan PJJ. Berdasarkan aturan baru Kementerian Kesehatan (Kemenkes), batas maksimal penutupan sekolah setelah perluasan tracing pasca temuan kasus adalah dua pekan.

Artinya, setelah exit test atau uji swab ulang setelah lima hari dari hasil tes negatif, sekolah boleh kembali menggelar PTM. Aturan itu berbeda dengan surveilans tahap pertama, di mana sekolah bisa kembali memulai PTM setelah sebulan.

“Teknisnya, setelah uji swab acak, siswa dan guru itu harus isolasi mandiri dan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sampai hasilnya keluar. Kemudian, kalau ada yang positif, kontak erat dan dekatnya harus isolasi mandiri dan uji swab. Menurut saya tidak perlu buru-buru, ini harus dijadikan evaluasi, bagaimana prokesnya, apa ada Guru tidak memakai masker. Yang penting pokoknya masker apalagi ada varian baru," tandas Ning.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar