FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Kasus Positif Covid-19 Surveilans PTM Jadi 9 Pelajar, 4 Sekolah di Solo Ditutup

KBRN Surakarta: Siswa peserta pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Solo bertambah dua orang menjadi sembilan siswa. Sekolah harus ditutup paling tidak 3 x 24 jam untuk sterilisasi dan tracing.

Kepastian penambahan kasus didapat usai Pemkot Surakarta mendapati hasil surveilans PTM terbatas di SMP Negeri 6 Surakarta dan hasil tracing kasus Covid-19 di SD Negeri Cinderejo.

Informasi yang dihimpun RRI dari dinas Pendidikan Surakarta tambahan itu di SD Cinderejo, yang kasus awal satu siswa, kemudian hasil tracing bertambah satu siswa. Kemudian hasil surveilans PTM di SMP 6 mendapati satu siswa positif.

"Jika ditotal, peserta PTM terbatas yang dinyatakan positif Covid-19 hingga kini berjumlah sembilan orang," ungkap Sekretaris Dinas Pendidikan Dwi Ariyatno saat dikonfirmasi melalui pesan singkat Sabtu (27/11/2021).

Rinciannya dua siswa SD Negeri Cinderejo, tiga siswa SD Negeri Semanggi Kidul, tiga siswa SD Negeri Beskalan dan seorang siswa SMP Negeri 6 Surakarta.

Menurut Dwi Ariyatno, sekolah-sekolah tersebut, PTM terbatas dihentikan. Selanjutnya peserta didik kembali mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Wakil Walikota Surakarta Teguh Prakosa dikonfirmasi wartawan mengatakan, pembelajaran tatap muka sementara dihentikan paling tidak 3 x 24 jam. Untuk keperluan sterilisasi dan juga tracing agar kasusnya benar benar tuntas.

"Sekolah dihentikan sementara paling tiga 3 X 24 jam. Kalau tracing selesai sudah disterilisasi aman. Jangan takut hanya karena satu kasus terpapar Covid-19 kemudian sekolah kembali ditutup. Ini kan sudah semangat kembali ke sekolah lagi," terang Teguh Prakosa, Sabtu (27/11/2021).

Sementara itu Kepala Sekolah SD Negeri Semanggi Kidul Tarwini menegaskan, selama PTM terbatas protokol kesehatan telah diterapkan di sekolah tersebut. Tarwini, ketiga siswa SD Semanggi Kidul yang dinyatakan positif Covid-19 itu menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Ketiga siswa itu kondisinya baik-baik saja. Sebelum di-swab juga sehat karena kalau ada gejala batuk, pilek atau panas biasanya siswa izin tidak masuk sekolah. Untuk sementara kami PJJ dulu sampai ada instruksi lebih lanjut dari Dinas Pendidikan,” jelas Tarwini. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar