FOKUS: #VAKSIN COVID-19

7 Siswa Positif Covid-19, PTM 3 Sekolah Dihentikan Sementara

Sebuah spanduk imbauan protokol kesehatan saat Pembelajaran tatap muka PTM terpampang di SDN Semanggi Kidul Pasarkliwon, Solo.

KBRN, Surakarta: Surveilans Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang menyasar 29 Sekolah di Kota Solo masih berlangsung. Namun dari uji swab PCR acak yang menyasar 16 SD di Kota Bengawan yang dilakukan Senin-Selasa (22-23/11/2021), hasilnya tujuh siswa diketahui terpapar virus SARS CoV-2. 

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Dwi Ariyatno, mengatakan tujuh siswa itu perinciannya, seorang di SD Cinderejo, tiga siswa di SD Semanggi Kidul, dan tiga siswa di SD Beskalan. Di SD Semanggi Kidul itu awalnya seorang, kemudian hasil tracing-nya bertambah dua orang. 

"Kalau di SD Cinderejo belum ada tambahan, dan di SD Beskalan hasil surveilans hari kedua," ungkapnya kepada RRI Jumat (26/11/2021).

Karenanya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah yang ada temuan kasus dihentikan sementara hingga hasil tracing maupun exit atau uji swab ulang selesai. Sekolah diminta kembali menggelar pembelajaran jarak jauh (PJJ) hingga batas yang ditentukan oleh Disdik.

 “Jadi kalau hasil tracing-nya negatif, tracing tidak lantas dihentikan. Ada namanya exit test, kalau sudah tidak ada kontak erat atau kontak dekat, mereka yang negatif, uji swab PCR ulang setelah lima hari dari uji swab sebelumnya. Nah, kalau hasilnya negatif semua, artinya negatif, jadi PTM-nya berlanjut. Mereka yang positif lanjut menjalani karantina sampai sembuh,” jelasnya.

Dwi menyampaikan uji swab acak untuk tujuh SMP sudah dilaksanakan pada Rabu (24/11/2021). Namun, pihaknya belum menerima laporan hasil. Begitu pula, hasil tracing untuk SD Beskalan yang ditemukan tiga kasus. 

Sementara itu Kepala SD Semanggi Kidul, Tarwini, mengatakan awalnya hanya ada 1 siswa kelas VI yang dinyatakan positif. Kemudian dilakukan tracing kepada 30 siswa kelas VI dan tiga guru yang kontak dekat hasilnya dua pelajar juga dinyatakan positif. 

“Surveilans dilakukan Senin (22/11/2021) menyasar 30 siswa kelas 4, 5, dan 6. Selasa (23/11/2021), kami dikasih tahu ada satu anak kelas 6 yang positif Covid-19. Kami langsung diminta PJJ, siswa kelas 6 seluruhnya ini diuji swab untuk tracing ditambah guru yang interaksi pada Rabu. Hasilnya, ada tambahan dua siswa yang positif, sedangkan gurunya negatif semua,” jelasnya.

Ketiga siswa yang terpapar Covid-19 menurut Tarwini kondisinya sehat. Mereka asimtomatik dan menjalani isolasi mandiri di rumah. 

"Semua isolasi di rumah baik baik saja. Dan mereka itu di sekolah ya sehat semua tidak ada tanda-tanda sakit. Selama PTM sebenarnya kami melakukan protokol kesehatan masker itu wajib, tapi namanya anak di lingkungan ya bermain bertemu banyak orang," beber Tarwini.

Untuk diketahui program surveilans dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu masih berlangsung hingga Jumat (26/11/2021) yang menyasar SMP/SMA/SMK dan institusi pendidikan di bawah Kementerian Agama (Kemenag). Tes PCR ini sebagai upaya skrining terhadap pelaksanaan PTM. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar