Uji Coba PTM SLB, Siswa Dan Orang Tua Antusias

KBRN, Klaten : Setelah menunggu cukup lama akhirnya Sekolah Luar Biasa  Yayasan Anak Tuna (SLB B YAAT) Klaten  mendapatkan ijin untuk  melakukan uji coba  pembelajaran tatap muka PTM. Meskipun hanya tiga hari namun dapat memberikan nilai positif  bagi sekolah, siswa dan para orang tua wali.

Kepala Sekolah SLB B YAAT Klaten Zainudin  mengatakan uji coba PTM tersebut akan berlangsung selama tiga hari, setelah itu akan dilakukan evaluasi. Harapannya uji coba ini dapat berjalan lancar yang pada akhirnya dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka secara penuh.

“Ini kan simulasi pertama nanti evaluasi nunggu tiga hari lagi sejauh mana kelancaran  dari simulasi tersebut. Jumlah siswa ada 92. Shift pertama kelas 1,2,3,4. Terus shift  ke dua 5,6,7,8,9,10,11,12. Untuk shift kedua 09.30 sampai 10.30 hanya dua jam," ungkap Kepala Sekolah SLB B YAAT Klaten Zainudin kepada wartawan Senin (20/9/2021).

Di SLB  khusus tuna rungu tersebut  terdapat siswa SD, SMP dan SMA dimana satiap kelas rata-rata lima siswa dan paling banyak sepuluh murid.

Ia juga menyebutkan protokol kesehatan yang diterapkan dalam uji coba itu, setiap siswa yang akan masuk sekolah harus mengenakan masker. Sebelum masuk yang pertama dilakukan chek suhu, cuci tangan dan masuk ruang kelas.

Pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka itu sudah mendapatkan persetujuan para orang tua siswa. Mereka menyambut gembira adanya sekolah tersebut dijinkan uji coba PTM.

Para orang tua juga merasa bingung saat pembelajaran jarak jauh karena penyampaian pelajaran kepada anaknya yang mengalami kesulitan.

“Bahasa isyarat mata pelajaran kami tidak tahu. Maka PTM sudah setuju. Kalau di rumah kalau selesai terus main game. Kalau disekolah kan bisa konsentrasi. Selain itu pengin ketemu teman-teman,’ ungkap Yasmin orang tua siswa.

Harapan dari para orang tua pembelajaran tatap muka terus belanjut dan berjalan seperti biasa meskipun harus prokes. Sebab belajar di sekolah lebih efektif dibanding di rumah.

( Adam Sutanto /WW)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00