FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

Bimbingan Karir dan ‘Planner Book’, Program Gagasan Mahasiswa UNS Guna Mengurangi Kecemasan Karir Tunarungu

KBRN Surakarta: Terobosan baru kembali dilakukan oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Lina mahasiswa berkolaborasi untuk menciptakan program bagi penyandang tunarungu. 

Mereka adalah Tuti Nuruli Adha, Wildah Ma’rifah, Rochima Hanif Iza, Khoiru Nisa, dan Violita Cucu Amartya yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) UNS. Mahasiswa tersebut berasal dari Program Studi (Prodi) yang berbeda, yakni Bimbingan Konseling, Pendidikan Luar Biasa, Psikologi, dan Desain Interior.

"Program ini mengusung konsep bimbingan karir dan pembuatan Planner Book yang diharapkan dapat mengurangi kecemasan karir penyandang tunarungu," ungkap Tuti Nuruli selaku ketua tim, Senin (20/9/2021).

Dia mengatakan bahwa Planner Book diyakini dapat mengurangi kecemasan karir penyandang tunarungu. Optimisme tersebut bersambut baik. Seorang guru Sekolah Luar Biasa Yayasan Rehabilitasi Tuna Rungu Wicara (SLB-B YRTRW) Surakarta bernama Sumiyati, S.Pd mengapresiasi gagasan Planner Book. Sumiyati, juga menaruh harapan supaya program tersebut berjalan dengan lancar.

“Kegiatan ini diterima dengan baik oleh Bapak Sutandi, S.Pd, selaku kepala sekolah dari SLB B YRTRW Surakarta dan diharapkan dapat berjalan dengan lancar selama kegiatan berlangsung,” ujar Sumiyati.

Program Planner Book diawali oleh pelatihan pembuatan dan pengisian. Di tahap ini, siswa SLB B YRTRW Surakarta dilatih untuk membuat dan mengisi Planner Book. 

Mereka dapat mengisi Planner Book sesuai dengan rencana mereka usai menempuh Sekolah Menengah Atas (SMA), baik itu bekerja maupun melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi. Dengan begitu, pengajar akan lebih mudah melakukan bimbingan karir kepada siswa SLB B YRTRW Surakarta.

Tuti Nuruli juga mengatakan bahwa pembuatan Planner Book dan bimbingan karir merupakan dua output kegiatan yang selaras dan perlu dilakukan oleh lembaga pendidikan.

"Bimbingan karir ini bertujuan untuk mewadahi keluh kesah terkait karir di masa depan siswa tunarungu. Selain itu, pemberian materi terkait karir dapat memberikan gambaran bagi mereka untuk merencanakan karir sejak dini,” ungkap Tuti.

Lebih dari itu, pembuatan Planner Book dan bimbingan karir dapat memudahkan pengajar untuk mengetahui permasalahan atau hambatan yang dihadapi oleh siswa. Harapannya, permasalahan tersebut menjadi pertimbangan pengajar dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.

“Dan Planner Book sendiri dibuat agar siswa mampu merencanakan karir, belajar mengatur waktu, dan membangun kreatifitas,” pungkas Tuti.

Program Planner Book yang memiliki segudang manfaat tersebut diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan dan diadaptasi ke dalam kurikulum pembelajaran SLB B YRTRW Surakarta. Humas UNS/MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00