FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

UNS Ajak Alumni Berkontribusi dalam Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka

KBRN, Surakarta: Sejak diluncurkan pada tahun 2020, program Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM) perlahan terealisasi. Dimulai dari Kampus Mengajar, Pertukaran Mahasiswa Internasional, Kewirausahaan hingga kini ada Magang Bersertifikat dan Studi Independen. Semua program tersebut diselenggarakan untuk menampung minat dan mengembangkan potensi mahasiswa di Indonesia.

Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) tentunya sangat mendukung program yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) ini. Berbagai upaya dilakukan untuk memaksimalkan program MBKM. Salah satu caranya yakni memperluas kerja sama dengan berbagai pihak representatif untuk dapat mendukung program MBKM. Khusus untuk program magang, UNS menggaet sejumlah perusahaan dan dunia industri untuk memfasilitasi para mahasiswanya mengembangkan potensi diri. Tidak ketinggalan, para alumni juga diajak berkontribusi dalam program tersebut.

Hal itu dituturkan langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Bisnis, dan Informasi UNS, Prof. Dr. rer. nat. Sajidan, M. Si. Prof. Sajidan menuturkan bahwa para alumni dapat berkontribusi dan berkolaborasi dengan universitas dalam program MBKM. Para alumni yang memiliki perusahaan, misalnya, dapat memberikan kesempatan kepada para adiknya di UNS untuk menggali pengalaman di perusahaannya.

"Suasana saat ini, pendidikan didorong Presiden dan Mas Menteri dengan program Merdeka Belajar. Program ini bertujuan agar mahasiswa mencapai kompetensinya dan 20 SKS di antaranya mereka dapatkan di luar kampus. Saya ikut bangga dan bersyukur punya alumni-alumni yang sukses meniti karier dari bawah dan berhasil dan insya allah terus berhasil dan berkah. Saya berharap para alumni yang hadir ini bisa memberikan adik-adik kita kesempatan magang di perusahaan mas dan mbak. Jadi mereka bisa mencapai kompetensinya dan memiliki keterampilan nyata sebelum masuk ke dunia kerja," ujar Prof. Sajidan, Sabtu (31/7/2021).

Prof. Sajidan juga mengatakan bahwa pengalaman para alumni yang dibagikan saat Wedangan tersebut sangat berguna bagi para mahasiswa. Pengalaman-pengalaman tersebut merupakan pembelajaran hidup yang tidak dapat ditemukan di bangku perkuliahan. Oleh karena itu, pengalaman-pengalaman itu sangat berharga untuk dibagikan.

Selaras dengan Prof. Sajidan, Ketua Umum IKA UNS, Budi Harto juga memaparkan bahwa pengalaman yang dimiliki oleh para alumni dapat menumbuhkan motivasi bagi para mahasiswa. Pengalaman tersebut dapat memacu mahasiswa untuk berani melangkah.

"Beberapa kali terakhir ini temanya kewirausahaan, pasti sangat menarik apalagi kali ini dari FISIP. Tidak semua orang berani menempuh dunia ini. Pastinya ini akan memberikan motivasi ke adik-adik mahasiswa dan para pemuda untuk memasuki dunia wirausaha nantinya. Bidang wirausaha tidak selalu linier dengan apa yang ditekuni dan tidak selalu sama dengan bidang yang digeluti," tutur Direktur Utama PT. Hutama Karya.

Dalam pengantar yang diberikan, Prof. Ismi juga menyilakan para alumni untuk dapat mengajar mahasiswa di kampus. Hal ini merupakan alternatif lain bagi para alumni untuk dapat berkontribusi dalam program MBKM.

"Teman-teman yang berwirausaha ini juga bisa mengajak teman-teman mahasiswa magang di perusahaannya atau membuat start up. Ketiga, silakan mas dan mbak yang mau ngajar ke kampus, kami sediakan ruang, tapi mohon maaf harap dimaklumi kalau kampus tidak seperti di perusahaan kondisinya," tutur Prof. Ismi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00