FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Uji Coba PTM Sragen Dihentikan, Buntut 3 Guru SMA Meninggal Terpapar Covid-19?

Ilustrasi foto pelaksanaan uji Coba Pembelajaran Tatap Muka PTM di Kabupaten Sragen.

KBRN, Surakarta: Uji coba pembelajaran tatap muka di Kabupaten Sragen yang berlangsung sebulan terakhir harus dihentikan lagi. Penghentian ini dampak dari meningkatnya kasus Covid 19 di Bumi Sukowati. 

Setidaknya akibat peningkatan kasus dalam beberapa hari terakhir tiga orang guru di SMAN 1 Gondang Sragen terpapar Covid-19. Para guru itu juga dinyatakan meninggal dunia dengan diagnosis positif Covid-19.

Penghentian kegiatan ujicoba PTM itu tertuang dalam surat edaran yang ditandatangani Kadisdikbud Sragen, Suwardi Sabtu (17/4/2021). Dalam surat No 420/1460/013/2021 itu disampaikan mencermati perkembangan jumlah pasien terpapar covid yang meningkat beberapa hari terakhir maka mulai 19 April 2021 ujicoba PTM untuk sementara dihentikan. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen Suwardi mengatakan sekolah yang dari jenjang PAUD-SMP kembali ke pembelajaran daring. Kecuali sekolah jenjang SD dan SMP yang berada di zona hijau dapat menggelar ujian sekolah secara luring tatap muka.

“Prinsip ujian sekolah SD dan SMP digelar daring. Tapi untuk daerah yang aman dari covid-19 atau zona hijau boleh menggelar secara tatap muka atau luring,” paparnya Senin (19/4/2021).

Informasi yang dihimpun RRI sampai kini sudah ada tiga guru di SMAN 1 Gondang Sragen yang meninggal dunia dengan diagnosa positif Covid 19. Selain itu hasil tracing mencatat ada 7 guru dan karyawan yang kemudian ikut tertular covid-19 dan saat ini masih menjalani isolasi mandiri. 

Koordinator Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah VI Jateng, Suratno mengatakan atas kasus kematian guru SMA 1 Gondang pihaknya langsung berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 untuk melakukan tindaklanjut. Aktifitas sekolah sementara dihentikan selama 14 hari.

“Sekolah sementara ditutup selama 14 hari ke depan. Semua kegiatan dihentikan, guru dan karyawan bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Kecuali petugas keamanan dan petugas kebersihan," bebernya.

Penelusuran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen, menyebutkan insiden kasus covid-19 di SMAN 1 Gondang bermula dari salah satu guru perempuan yang melakukan perjalanan luar kota untuk keperluan menghadiri hajatan. 

Hasil pemeriksaan positif Covid 19, kemudian dilakukan tracing terhadap semua keluarga yang bersama satu mobil saat njagong, hasilnya, lima orang yang ikut njagong itu semuanya dinyatakan positif termasuk 7 guru juga dinyatakan positif.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00