Museum Olahraga Titik Nol Pasopati Solo, Menyimpan Barang Antik Milik Pesepakbola Nasional

KBRN Surakarta : Mantan Presiden Pasopati Solo Mayor Haristanto saat ini tengah berburu barang antik milik pesepakbola nasional.

Nantinya barang antik koleksi para atlet seperti jersey, sepatu bola, sarung tangan, dan  berbagai barang antic lainnya akan menjadi koleksi museum Olahraga titik Nol Pasoepati berdiri di markas Republik Aeng-Aeng, Jl, Kolonel Sugiyono No.37, Nusukan, Solo.

Hingga saat ini sejumlah barang antik sudah menjadi koleksi Museum titik nool, diantaranya topi dan sarung tangan mantan kiper nasional dan pelita solo Listiyanto raharjo, Sarung tangan mantan PSIS I Komang Putra dan sarung tangan dan sepatu serta koper milik kiper Bayangkara FC Wahyu Tri Nugroho.

Tidak hanya atlet, Museum Titik Nol juga menerima koleksi dari suporter pasopati yakni megaphone milik salah satu dirijennya Maryadi Gondrong.

Mayor Haristanto yang pernah menjadi presiden Pasopati di era tahun 2000 an kepada RRI menyatakan, sebenarnya koleksi berupa pernak pernik sepakbola sudah dilakukan sejak tahun 2000 berupa kliping Koran hingga asesoris lainnya.

“ Munculnya ide mendirikan museum titik juga berawal dari pernak-pernik yang terlihat cukup banyak. Kemudian dikumpulkan dan jadilah awal berdirinya museum titik nol pasopati ditengah kondisi lock down,” ungkap Mayor, Rabu (22/07/2020).

Nantinya siapapun mereka terutama yang berhubungan dengan sepakbola bisa menghibahkan koleksi pribadinya di Museum titik nol Pasopati Solo.

“ Monggo kepada para atlet atau yang sudah mantan, kalau punya barang antic bisa disimpan di tempat kami, dijamin aman,” ujarnya.

Pihaknya ingin Museum Titik Nol Pasoepati nantinya dapat memajang koleksi bersejarah para pemain nasional.

Sementara itu Kiper Bayangkara FC yang juga pernah menjadi bagian dari tim Persis Solo di tahun 2005-2007, Wahyu Tri Nugroho memberikan apresiasi atas berdirinya Museum Titik Nol pasopati.

“ Saya berharap kepada pemain atau mantan pemain untuk menghibahkan koleksinya pribadinya sehingga museum titik nol pasopati dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat,” ujar Wahyu.

Selain koleksi para atlet sepakbola, Museum olahraga titik nol pasopati juga menerima koleksi milik wartawan.

Hingga saat ini baru terdapat satu koleksi dari Edwi Puryono reporter RRI Surakarta berupa hand record yang pernah menjadi bagian saat melakukan liputan sepakbola di kota Solo. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00