Kompetisi Wushu Online 2020, Pengkot Wusho Solo Siapkan 32 Atlet

KBRN Surakarta : Ditengah pandemi Covid 19 hampir semua aktivitas olahraga terhenti. Baik itu kejuaraan atau kompetisi, pelatnas hingga latihan.

Kendati demikian di era tatanan kehidupan baru, aktivitas olahraga sedikit demi sedikit mulai berangsur normal.

Sebut saja sepakbola liga Indoensia yang kabarnya juga berencana melanjutkan kompetisinya, kemudian bulutangkis  juga sudah menggelar home turnamen yang hanya diikuti para pemain pelatnas, dan beberepa cabang olahraga lain yang diharapkan akan mulai menggeliat agar tetap berprestasi ditengah pandemic Covid 19.

Satu ivent yang juga bakal berlangsung adalah kompetisi Wushu tingkat nasional 2020 yang melibatkan semua atlet wushu di tanah air.

Hanya saja kompetisi dengan panitia PB Wushu Pusat itu hanya dilakukan secara daring atau online.

Yakni para peserta mengirimkan gambar video untuk memperegakan dua nomer taulo dan tradisional.

Sekretaris Pengkot Wushu kota Solo Hananto mengaku sudah mempersiapkan 32 atletnya yang siap untuk memperagakan jurus2 kelas seni dan tradisional.

“ Ya, kompetisi Wushu online itu merupakan sistem baru yang digelar di tengah pandemi ini. Kita lihat saja seperti apa pelaksananaya. Kami dari Solo siapkan 32 atlet untuk kirim video,” ungkap Hananto kepada RRI, Sabtu (27/06/2020).

Menurutnya, untuk pengambilan gambar sendiri akan dilakukan di gedung PMS mulai hari Minggu (28/06/2020) ini sampai selesai. Untuk pengambilan gambar kami gunakan tim ahli dengan kamera besar, agar hasilnya dan anggelnya maksimal,” tukasnya. .

Lantaran merupakan system baru, pihaknya tidak memberikan target khusus kepada para atlet.

“ Tidaka ada target khusus. Yang penting ditengah pandemi mereka tetap berkreasi  meski hal itu dilakukan secara daring,” ungkap Hananto.

Dikatakan, kompetisi wushu online 2020 sendiri bagi para atlet kota Solo juga sebagai persiapan PON setelah sempat latihan mandiri akibat pandemi Corona sejak 3 bulan lalu.

Sementara itu penasehat wushu dari PMS Solo Sumartono Hadinoto berharap kepada dewan juri untuk fair dalam memberikan penilaian.

Sebab belum semua atlet atau pengurus Wushu memahami tehnik pengambilan gambar melalui video.

“ Apapun penilaian dewan juri yang diberikan menjadi sesuatu yang baru mengingat kompetisi online juga baru kali ini dilakukan di tengah tatatan kehidupan baru, jadi kami berharap tetap sportif,” cetusnya. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00