NPC Indonesia Menggelar Pelatnas Mandiri Jarak Jauh Untuk Persiapan APG Vietnam dan Paralimpic Tokyo Tahun 2021

KBRN Surakarta : Ditengah pandemic Covid 19, para atlet nasional yang tergabung dalam National Paralympic Committee (NPC) Indoensia mulai menggelar pelatnas sebagai persiapan menghadapi ASEAN Para Games APG Vietnam dan Paralimpic Games Tokyo tahun 2021.

Hanya saja Pelatnas yang sudah dimulai per 2 Juni 2020 itu menggunakan sistem jarak jauh atau daring dan para atlet tidak berkumpul di suatu tempat melainkan di daerahnya masing-masing.

Kendati para atlet terpencar di daerah namun tim pelatih tetap melakukan pemantauan melalui  aplikasi khusus seperti Zoom atau Video Call.

Presiden NPC Indonesia Seny Marbun mengatakan Pelatnas jarak jauh yang akan berlangsung hingga 31 Desember merupakan instruksi dari Menpora.

“ Ya, pelatnas kembali kami gelar setelah sempat terhenti akibat APG. Ini merupakan instruksi dari Menpora. Sedangkan anggaran yang dipergunakan juga merupakan anggaran yang sebelumnya diperuntukan bagi pelatnas APG Filipina,” ungkap Seny Marbun kepada RRI, Jumat (12/06/2020).

Menurutnya, dengan adanya latihan jarak jauh tersebut diharapkan performa atlet tetap terjaga sehingga jika APG dan Paralimpc jadi digelar para atlet tetap dalam kondisi siap tempur.

“ Kami berharap dengan pelatnas meski jarak jauh akan mampu menjaga performace para atlet sehingga mereka tetap siap tempur,” tukasnya.

Sementara itu Wakil Sekjen NPC Indonesia Rima Ferdiyanto mengatakan jumlah atlet yang saat ini telah mengikuti latihan mandiri jarak jauh sekitar 300 atlet.

“ Ya, pelatnas diikuti sekitar 300 atlet untuk APG dengan 16 cabang olahraga. Yang terdiri dari 269 atlet APG serta sisanya atlet yang akan diterjunkan dalam Paralympic Games Tokyo,” tukasnya.

Cabang olahraga untuk APG di antaranya, balap sepeda, bulutangki, renang, angkat berat, tenis meja, panahan, bola voli duduk dan Sepakbvola Celebral palsy (CP), judo tunanetra, catur, para triathlon, basket kursi roda, boccia dan goalball.

Sedangkanuntuk Paralimpic sementara hanya bulutangkis, tenis meja, menembak, atletik, dan renang.

Menurut Rima, Pelatnas jarak jauh juga terkendala dengan letak geografis yang terkadang kesulitan mendapatkan sinyal bagus.

“ Kendati terkendala sinyal, para atlet dalam kurun waktu tertentu harus mengirimkan laporan sebagai bentuk hasil latihan mandiri yang telah dicapai ke masing-masing pelatih untuk evaluasi. Untuk selanjutnya hasil latihan mandiri para atlet tersebut akan dilaporkan ke Menpora,” cetusnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa target dari pelatihan mandiri jarak jauh tersebut adalah memaintenance atlet agar tidak terjadi pengecilan otot.

Sehingga latihan jarak jauh difokuskan pada latihan fisik, mental, teknis dan taktis.

“ Karena jarak jauh, selama pelatnas para atlet juga tidak diperbolehkan menjalani latih tanding di suatu tempat sebagai antisipasi agar tidak tertular Covid 19,” pungkas Rima.  (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00