Peringati HUT RI 74, Puluhan Ribu Warga Boyolali Pecahkan Rekor Senam Terbanyak

KBRN Boyolali: Warga Boyolali bakal melaksan senam massal dalam rangka peringatan HUT ke-74 RI di Alun-alun Kidul Boyolali, Minggu (25/8/2019). Senam itu akan ada pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). 

Acara itu diikuti setidaknya 25.000 orang mulai dari pelajar hingga masyarakat umum.

Senam massal dipilih sekaligus sebagai cara menghimpun masyarakat untuk mengendurkan syaraf setelah menghadapi Pemilu 2019 lalu. 

Pada Pemilu itu gesekan antarkelompok pendukung peserta sangat terasa. Pada HUT ke-74 RI itulah masyarakat diajak kembali bersatu untuk membangun Boyolali tercinta.

“Senam juga akan dihadiri 14 pelajar asal Papua yang menuntut ilmu di Boyolali. Kami sampaikan kepada masyarakat Boyolali adem ayem. Semua orang bisa tinggal dan berkunjung ke Boyolali dengan nyaman tanpa ada gesekan,” kata Ketua Panitia Acara, Agus Santoso, saat memberikan keterangan pers di Pendapa Alit Rumah Dinas Bupati Boyolali, Kamis (22/8/2019).

Agus menjelaskan sebanyak 18.000 kupon dibagikan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk para pelajar. Selain itu, masih ada ribuan kupon disebar ke seluruh kecamatan untuk diberikan kepada masyarakat umum. Panitia juga masih bisa menambah kupon seandainya animo masyarakat menghendaki.

 “Senam sehat itu nanti berhadiah undian enam sepeda motor dan 81 sepeda gunung. Sepeda diperbanyak sebagai ajakan kepada masyarakat untuk bersepeda supaya lebih sehat,” ujar pria yang juga menjabat Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Boyolali itu.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, Ratri S Survivalina, mengatakan pada cara yang sama Dinkes menghadirkan sembilan ikon gerakan masyarakat hidup sehat (Germas). Kesembilan itu adalah perwakilan kepala OPD di Kabupaten Boyolali yang telah mendukung dan menerapkan Germas dalam kehidupan sehari-hari.

Kesembilan perwakilan itu direpresentasikan berupa ikon huruf mulai dari A hingga I. Huruf A melambangkan ajakan aktivitas fisik, B untuk konsumsi buah dan sayur, C untuk memeriksakan kesehatan berkala. “Huruf D sebagai ajakan untuk memberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan,” kata Ratri.

Kemudian, huruf E melambangkan anakan mengenyahkan asap rokok. Huruf F mewakili semangat fokus pada pemenuhan jamban sehat, G untuk gerakan bersih lingkungan, dan H untuk imbauan memberikan gizi seimbang. 

“Terakhir I agar mengingatkan kita menghindari alkohol. Kami berharap dengan dinobatkannya ikon Germas ini, kampanye dan pelaksanaan Germas lebih nyata lagi di masyarakat,” harap Ratri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00