Ratusan Pemanah Ikuti Lomba Jemparingan Kemerdekaan 2022

KBRN, Surakarta: Sejumlah 300 Pemanah Tradisional mengikuti lomba memanah Jemparingan Kemerdekaan 2022 yang berlangsung di Benteng Vastenburg Solo. Kegiatan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-77 dan melestarikan budaya memanah tradisional kerjasama Kodim 0735 Surakarta dengan Bank Indonesia Cabang Solo. 

Dijumpai di sela pembukaan Jemparingan Kemerdekaan, Dandim Solo Letkol Inf. Devy Kristiono menyampaikan, ratusan pemanah tradisional itu mengikuti dua nomor yang dilombakan, yakni nomor titisan (akurasi) dan juga pakaian adat. 

"Jadi kita melaksanakan kegiatan lomba Jemparingan Kemerdekaan 2022 ini dalam rangka memperingati rangkaian HUT RI yang ke-77. Tentunya kami dengan Bank Indonesia menggunakan event ini untuk memeriahkan kegiatan HUT Kemerdekaan tersebut hal ini juga dalam rangka kita melestarikan adat Jawa yaitu Surakarta Mataraman," jelasnya Minggu (14/8/2022).

Perlu diketahui bahwa Jemparingan adalah salah satu ada budaya memanah warisan Kerajaan Mataram sehingga kegiatan ini identik berlangsung di Surakarta dan Yogyakarta. 

Meskipun ini termasuk event olahraga namun para pemanah dituntut menggunakan pakaian adat jawa, beskap landung, surjan lengkap dengan blangkon atau ikat kepala. Sementara yang putri biasanya juga terlihat cantik mengenakan pakaian kebaya, kuthu baru dan batik. 

Devy Kristiono mengatakan, ratusan pemanah ini sudah profesional untuk tetap menjaga warisan budaya. "Jadi memanah dengan adat seperti itu tentunya kami bersinergi dengan Bank Indonesia untuk mendukung adat kita Surakarta untuk terus tumbuh sekaligus kita memeriahkan Kemerdekaan dari yang ke-77," jelasnya.

Sementara itu Kepala Cabang Bank Indonesia Solo Nugroho Joko Prastowo menyampaikan kegiatan ini murni untuk melestarikan adat budaya Jawa. Diharapkan dengan sinergitas TNI dan Bank Indonesia bisa menjaga kedaulatan NKRI terlebih menjelang HUT Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

"Untuk nguri-uri budaya dan memperingati hari ulang tahun kemerdekaan ke-77. Ini untuk menjaga kedaulatan NKRI. Kami sebagai bi menjaga kedaulatan ekonomi," jelasnya.

Adapun peserta Jemparingan ini sebagian besar pemain profesional dari Solo Raya, Yogyakarta dan Semarang Raya. Mereka rata-rata tergabung dalam komunitas pelestari budaya Jemparingan. Meskipun tak sedikit yang masih pemula atau anak-anak namun akurasi memanahnya tak bisa disepelekan. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar