Siap-siap, Indonesia Martial Arts Games Akan Digelar di Kota Surakarta

Walikota Surakarta dan Pengurus KONI pusat usai membahas event Indonesia Martial Arts Games.

KBRN, Surakarta: Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka bertemu dengan para pengurus KONI Pusat di ruang rapat Walikota, Rabu (29/06/2022). Sejumlah pejabat KONI baik pusat dan daerah turut hadir dalam rapat tersebut, salah satunya mantan petinju Chris John yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Kerjasama Luar Negeri, Media dan Humaa KONI Pusat.

Sekjen KONI Pusat, Ade Lukman Djayadikusuma mengatakan dalam pertemuan tersebut membicarakan soal event olahraga Indonesia Martial Arts Games yang rencananya akan digelar di Kota Surakarta pada bulan November 2022 mendatang. Perlombaan tersebut nantinya akan menjadi perlombaan bela diri pertama di Indonesia. 

"Event imi refleksi dri kegiatan tingkat Asian  Martial Games dan tingjat dunia World Martial Games. Maka kita di Indonesia ini  menyiapkan diri untuk menyelenggarakan Indonesia Martial Games tersebut," uajrnya usai mengelar pertemuan, Rabu (29/06/2022).

Ade mengaku memilih Kota Surakarta bukan tanpa alasan, selain banyak memiliki cabor bela diri dan sering digunakan sebagai lokasi pertandingan baik nasional dan internasional, Kota Surakarta juga memiliki venue pertandingan yang memiliki skala internasional. 

"Karena Solo punya historical PON pertama dilaksanakan di Solo, maka pekan beladiri peetama diadakan di Solo," katanya.

Menurutnya, ada ada 16 cabor bela diri yang saat ini bernaung di KONI, namun tidak semua cabor tersebut nantinya akan dimasukkan dalam cabang olahraga perlombaan tersebut. 

"Ada 34 provinsi akan mengikuti. Ada 16 cabang bela diri kita pripritaskan cabor di olahraga nasional tindak lanjut dukung kebijakan pemerintah tingkatkan prestasi Indonesiaa di Internasional," katanya.

Sementara itu, Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan jika hingga akhir tahun mendatang, Kota Bengawan akan dipenuhi event-event olahraga salah satunya ASEAN Para Games XI yang digelar pada bulan Juli-Agustus mendatang. 

"Koni survei edutorium UMS dan Tirtonadi. Ya butuh 3 atau 4 untuk takewondo, wushu karate, tinju, dan lainnya," jelas Gibran.

Ia mengaku siap jika nantinya Kota Surakarta dipilih sebagai lokasi event berskala nasional tersebut. 

"Kita siapkan sebaik baiknya. Komitmen Solo pemulihan ekonomi maka event diperbanyak terus. Inshallah sampai akhir tahun event di Solo penuh terus," ungkapnya. (Ase)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar