Profil Atlet Taekwondo Solo Osanando Naufal, Yang Optimis Mampu Persembahkan Emas Pada PON Papua

KBRN Surakarta :  Osanando Naufal Khairudin  (21) yang lahir di kota Solo 22 Februari 2000 adalah seorang atlet Taekwondo andalan Jawa Tengah pada PON Papua mendatang.

Sebelum terpilih menjadi salah satu tulang punggung kontingen Jawa Tengah, Osa panggilan akrabnya sudah meraih berbagai prestasi di berbagai ivent.

Dimulai dari POPNAS 2017 dimana Osa tampil sebagai juara  dan meraih medali emas, kemudian merebut gelar terhormat juara satu pada kejurnas Taekwondo UIN Championship tahun 2018.

Tidak hanya itu bagi putra pasangan Swasana Wisnu Nugroho dan Yuliasih Pristiwi yang beralamat di Jajar Laweyan Solo, berbagai prestasi juga berhasil diraihnya, termasuk pada kejurnas UTC tahun 2019 sekaligus terpilih sebagai mens best player.

Saat berbincang dengan RRI, Osa menceritakan, awal mula tertarik menggeluti cabang olahraga Taekwondo lataran saat kecil tepatnya SD kelas 2 SD tahun 2008 yang terlalu hiperaktif dan suka berantem.

“Ya, pada awalnya saya ingin menggeluti sepakbola. Namun waktu itu tidak diperbolehkann oleh mama dengan alasan sepakbola akan membuat badan menjadi hitam,” ungkap Osa kepada RRI, Sabtu (24/07/2021).

Atas dasar itulah akhirnya Osa mulai beralih ke cabang olahraga Taekwondo hingga sekarang.

Bahkan di awal tahun 2009 saat memulai debutnya mengikuti kejuraan kejuaraan di wilayah Solo Raya yang langsung menjadi juara.

Dari kejuaraan itulah akhirnya Osa mulai serius untuk mengasah kemampuan menjadi atlet handal Taewondo.

Sebelum terpilih memperkuat kontingen PON Jawa Tengah, Osa juga harus melewati beberapa tahapan, terutama babak kualifikasi atau pra PON dan bersaing dengan atlet lain dari berbagai daerah.

Namun berkat kerja keras perjuangan yang tidak kenal lelah, akhirnya Osa mampu menjawab tantangan dan sekaligus sebagai pelengkap dari berbagai prestasi yang sebelumnya telah diraih.

Dalam babak pra PON berlangsug di Jawa barat tersebut Osa tetap membuktikan diri menjadi yang terbaik sehingga berhasil meraih tiket PON Papua bersama beberepa atlet lainya.

“Sebelum tampil di PON saya mengikuti babak kualifikasi Pra PON di Jawa Barat tahun 2019 dan hasilnya dinyatakan lolos PON,” ujarnya.

Saat ini Osa tengah menjalani Pelatda PON di semarang, kendati di tengah pandemi sehingga selama pelatda tetap menerapkan prokes ketat.

Terkait peta kekuatan pada PON Papua mendatang, Osa juga sudah melakukan deteksi dini terhadap lawan-lawan yang nanti akan dihadapi.

Untuk peta kekuatan cabang olahraga Taewondo saat ini cukup merata khususnya bagi kontingan darai pula Jawa serta Kaltim.

Pulau Jawa merupakan barometernya atlet Taekwondo dan hampir semua atlet timnas berasal dari pulau Jawa.

“ Dengan semangat membara pantang menyerah serta dukungan dari orang tua dan masyarakat khususnya di Kota Solo, saya optimis akan mampu mempersembahkan medali emas bagi kontingen Jawa Tengah,” tandasnya.

Perjuangan Osa bersama atlet laiya yang saat ini tengah menjalani pelatda di Semarang juga diakui oleh salah satu pelatihnya yakni Hari Suprianto yang menyatakan, bahwa peluang untuk meraih medali emas terbuka lebar. Sebab Osa memiliki catatan prestasi yang cukup mentereng.

“ Ya, Osa saat ini juga tercatat sebagai salah satu atlet Taekwondo terbaik di Jawa Tengah khususnya untuk kelas Under 74 kg. Sehingga sudah wajar jika Pengprov TI Jawa tengah membenani dengan medali emas dan hal itu bukan mustahi akan mampu diraihnya,” ungkap Hari Suprianto.

Sementara itu salah satu Master Taekwondo asal PMS Solo Tanu Kismanto juga menilai peluang Osa untuk menjadi yang terbaik di kelas under 74 kg pada PON Papua terbuka lebar.

“Jika melihat performnya cukup stabil dan bahkan cenderng meningkat,” ujarnya.

Tanu Kismanto yang pernah menjadi Kabid Binpres TI Jawa Tengah itu optimis Osa akan mampu menjawab tantangan dengan meraih medali emas bagi kontingen Jawa Tengah pada PON papua mendatang.

“ Optimis lah, Osa akan mampu meraih medali emas pada PON Papua mendatang,” cetusnya.

Sementara itu ketua Pengkot Taekwondo Solo Donny Susanto mengatakan, pada PON Papua mendatang kota Solo menyertakan 3 atletnya.

Selain Osanando Naufal juga terdapat dua lagi yakni M Hafis dan Adde Komara Sandi.

“ Kami berharap ketiga atlet andalan kota Bengawan itu dapat berprestasi mempersembahkan medali emas. Kami meminta dukungan dukungan doa restu dari masyarakat dikota Solo agar target medali emas tersebut dapat tercapai,” ungkap Donny.

Selain tiga atlet asal Kota Solo, pada PON Papua, kontingan Jawa Tegah secara keseluruhnan diperkuat 20 atlet terbaiknya.

Dari jumlah tersebut 5 diantaranya bahkan tercatat sebagai atlet nasional yang saat ini menghuni Pelatnas di Jakarta. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00