FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Sempat Tertunda, Insentif Nakes Solo Tahap Dua 4,7 M Cair

Foto Ilustrasi: Tenaga kesehatan memakai alat pelindung diri (APD) lengkap di rumah sakit darurat Covid-19.

KBRN, Surakarta: Pencairan insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) Kota Solo tahap dua sempat. Insentif Nakes yang ada Covid-19 untuk periode September hingga Desember 2020 baru cair Jum'at (26/2/2021).

Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo bersedia membayar pencairan insentif tersebut karena proses administrasi anggaran yang baru turun pada akhir tahun. Sekretaris Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta, Setyowati? kata, ekspresi pencairan insentif nakes turun pada 23 Desember 2020 lalu. 

"Padahal saat itu Pemkot telah menutup Daftar Pencairan Anggaran (DPA), sehingga pencairan tidak bisa langsung dilakukan," ucapnya kepada wartawan Jumat (26/2).

Setyowati menyebut, insentif nakes dapat dicairkan setelah ada kelonggaran dari pemerintah pusat untuk kebutuhan terkait covid-19. Dimana kebutuhan anggaran di tahun 2020 bisa diajukan pada tahun 2021. 

Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan BPPKAD (Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) Kota Solo. Dan insentif nakes tahap kedua sebesar Rp 4,7 miliar dipastikan cair hari ini (Jumat).

"Kalau yang tahap pertama kemarin dari bulan April sampai Agustus 2020 yang kami cairkan sebesar Rp3,6 miliar. Sudah dicairkan Agustus 2020 lalu," imbuhnya.

Terpisah Sekretaris Daerah Surakarta Ahyani menyampaikan, pembayaran insentif nakes di Solo sempat ada masalah. Pada tahun lalu Pemkot mendapatkan Dana Alokasi Khsusu (DAK) dari pusat, untuk pembayaran insentif. 

Sementara tahun ini bantuan dari pusat ditiadakan. 

"Tahun kita dapat anggaran dari pusat tapi tahun ini gak ada, kita harus menyediakan anggaran. Besar juga itu 30 M lebih (untuk insentif 2021-red)," jelasnya.

Namun demikian, data dari DKK Surakarta, pencairan dana insentif nakes yang diturunkan melalui Pemkot Surakarta itu hanya untuk nakes dari 17 puskesmas dan dua RSUD Kota Solo. Yaitu RSUD Ngipang dan RSUD Bung Karno. Sedangkan nakes yang bekerja di RSUD milik provinsi, pencairan insentif melalui pemerintah provinsi. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00