FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Sragen Targetkan Vaksinasi 4.980 Nakes Tuntas Tiga Hari

Foto ilustrasi persiapan vaksinasi Covid-19 kepada Nakes di Kabupaten Sragen. Dok Mulato

LKBRN, Surakarta: Setelah 10 ribu vaksin Covid-19 tiba di Kabupaten Sragen pada Sabtu (23/1/2021) malam, Pemkab langsung melakukan pencanangan vaksinasi di gedung VIP Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soehadi Prijonegoro, Senin (25/1/2021).

Pencanangan dengan penyuntikan vaksin kepada 10 tokoh Forkompinda dan pimpinan organisasi profesi Sragen. Setelah itu dilanjutkan kepada tenaga kesehatan (Nakes) yang berlangsung di 25 Puskemas dan 11 Rumah Sakit. 

"Kami menargetkan akhir Januari ini semua tenaga kesehatan (nakes) harus selesai divaksin," kata kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, dr. Hargiyanto, Minggu (24/1).

Dia mengungkapkan, dalam vaksinasi hari pertama bupati dan wakil bupati Sragen yakni Kusdinar Untung Yuni Sukowati serta Dedy Endriyatno akan divaksinasi pada tahap pertama. Targetnya Kamis (28/1) semua nakes harus sudah divaksin semua, yang berlangsung di fasilitas kesehatan (Faskes) yang ada vaksinator secara terjadwal.

"Dari 25 puskemas sudah latihan vaksinator. Untuk rumah sakit kita rapatkan lagi besok jam 11 nanti sore gladi bersih terus malam rapat lagi. Untuk periode ke dua kita daftarkan lagi secepatnya. Nanti pelayanan publik dan yang rentan dan TNI/polri dan yang rentan. Kalau PNS yang divaksin biasanya banyak bertemu publik seperti Satpol-PP,” terangnya.

Sementara Kasi surveilans dan Imunisasi DKK Sragen Tri Raharno menyampaikan Kabupaten Sragen mendapat 10 ribu vaksin jenis Sinovac single dosis dari Provinsi Jawa Tengah. Sasaran yang dialokasikan 4980 tenaga medis, target Januari bisa terselesaikan pada tahap pertama.

"Penyuntikan pada tahap pertama dan tahap kedua adalah 14 hari. Lantas Faskes untuk melakukan vaksinasi juga sudah dibentuk tim dan diberi pelatihan. Terdiri dari 11 rumah sakit dan 25 puskesmas."

Tri menyampaikan untuk yang akan bisa divaksin yakni tidak komorbid atau memiliki penyakit penyerta yang beresiko, berusia antara 15-59 tahun dan tidak pernah terjangkit covid-19 sebelumnya. Pihaknya menerangkan untuk nakes sejumlah 4.980 di Sragen nanti akan disaring kembali yang sudah terjangkit covid-19 atau belum.  

"Kalau sudah pernah kena dianggap sudah muncul antibodi. Jadi nanti ada tahap screning, kita akan mengetahui sudah kena atau tidak atau komorbid atau tidak."

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00