Kasus Pertama Di Karanganyar, Dokter Spesialis RSUD Karanganyar Meninggal Dunia Akibat Covid 19

KBRN, Karanganyar: Kabar duka datang dari tenaga medis di lingkup RSUD Karanganyar. Salah seorang Dokter spesialis kebidanan dan kandungan RSUD Karanganyar, Dr. Sutiyono Sp OG meninggal akibat terpapar virus Covid 19. 

Informasi yang dihimpun RRI dari berbagai sumber, sebelum dinyatakan meninggal dunia pada, Sabtu (23/1/21) siang, dr Sutiyono sempat mendapat perawatan intensif di RSUD Moewardi Solo. 

Meski kondisi dr Sutiyono sempat membaik saat mendapat perawatan, namun kemudian kembali drop, hingga akhirnya sang dokter yang dikenal ramah itu harus tutup usia di umur 58 tahun sekiranya pukul 14.30 wib.

Sebelum jenasah almarhum dimakamkan, para tenaga kesehatan RSUD Karanganyar sempat melakukan solat jenasah di halaman RSUD Karanganyar saat ambulance yang membawa jenasah almarhum tiba di rumah sakit. Hal itu sebagai penghormatan terakhir bagi sang dokter yang telah berjuang melawan covid 19. 

Saat dikonfirmasi wartawan, Sekretaris Dinas Kesehatan Karanganyar Purwati membenarkan kabar duka tersebut. Purwati menyebut, Dr Sutiyono merupakan salah satu dari 18 nakes RSUD Karanganyar yang sebelumnya sudah dinyatakan Positif covid 19.

"Ya benar, yang pasti, beliau terkonfirmasi positif covid 19," jelas Purwati, Sabtu (23/1/21).

Ditambahkan Purwati, dr Sutiyono masuk dalam pasien Covid 19 ketegori komorbit, lantaran diketahui ia memiliki sejumlah penyakit penyerta saat terpapar virus covid 19. 

"Iya, katergori komorbit, ada penyekit penyerta," terangnya.

Lanjut Purwati, meninggalnya dr Sutiyono merupakan kasus pertama tenaga kesehatan dokter spesialis di Karanganyar gugur akibat covid 19. 

Sementara itu, Direktur RSUD Karanganyar Iwan Setiawan menuturkan, dr Setyono mulai dirujuk ke RS dokter moewardi semenjak senin lalu. Ia mangku sempat memantau kondisi dr Setyono selama mendapat perawatan di rs mowardi.  

"Keadaannya saya pantau terus, saya sempat punya firasat baik, karena dari hasil rongen torax sudah mengalami perbaikan, tapi sekitar jam 1 siang itu, saya dapet kabar beliau drop," bebernya. 

Lebih lanjut Iwan berpesan, agar para tenaga kesehatan tetap semangat berjuang melawan covid 19 dengan tetap menjaga protokol kesehatan sebagai langkah pencegahan penularan. 

"Semua merasa kehilangan, dan untuk teman-teman nakes tetap semangat, ini adalah kewajiban kita. Kita diberikan peluang oleh Allah SWT dengan berusaha menggunakan APD dan menjaga imunitas tubuh," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00