Gangguan Jiwa Bipolar Dikampanyekan Melalui Pentas Seni dan Nonbar

KBRN, Surakarta : Memperingati hari kesehatan mental sedunia, puluhan difabel di Kota Solo dan sekitarnya menggelar pentas seni dan nonton bareng Film Bipolar di Palur Plaza Karanganyar. Pentas seni ini untuk menunjukkan kaum disabilitas  bisa berkreasi. Tak hanya itu dalam kegiatan tersebut juga diperkenalkan sekaligus kampanye tentang perlunya kesadaran masyarakat terhadap gangguan kejiwaan Bipolar

Owner Difa Cafe dan juga Founder Forum Peduli Difabel Indonesia Maria Yeti Saputri mengatakan, bipolar merupakan gangguan jiwa dimana penderita mempunyai dua kutub mental yang bebeda. Ketika senang bisa sangat senang tanpa alasan karena hanya mengingat sesuatu yang menyenangkan, namun bisa juga  sebaliknya tiba-tiba merasa  sangat sedih. Yeti sapaan akrabnya menjelaskan

 “ Memperkenalkan pada masyarakat sekaligus kampanye kesadaran masyarakat tentang sebuah gangguan kejiwaan yang bernama bipolar.Gangguan jiwwa itu ada banyak ada borderline skyzofrenia mungkin salah satunya kayak autis,” ungkap Yeti sapaan akrabnya ketika dikonfirmasi RRI di sela-sela kegiatan pentas seni, Jumat (23/10/2020 )

Salah satu orang tua pemeran adegan dalam Film Bipolar, Reni  mengapresiasi kegiatan pentas seni difabel. Ia berharap kaum difabel  dapat mengembangkan bakat dan talenta serta percaya diri.

“ Dengan acara ini semoga untuk para difabel bisa lebih percaya diri dapat mengembangkan bakat dan talentanya tanpa ada minder dan selalu percaya diri dia pasti bisa,”kata Reni.

gelaran pentas seni menampilkan beberapa pentas diantaranya Cinematic Acting School mempersembahkan drama, Sekolah Luar Biasa-SLB Negeri Karanganyar dengan Tari merak, SLB B Pawestri menampilkan tari pasaran. Kegiatan tersebut diwarnai pementasan fashion show dan talk show Motivasi, dengan pembicara  Aurel dan Sherin dari  model dari Ngawi yang pernah menjuarai Indonesia Model Hunt (IMH ). wiwid

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00