Tembus 1007 Kasus, Pemkot Optimalkan Jogo Tonggo Antisipasi Pemudik Weekend

KBRN,Surakarta: Kasus Covid 19 di Kota Solo terus meningkat. Bahkan pada Kamis (22/10/2020) malam sudah diangka 1007 orang yang terpapar Corona Virus.

Pemerintah Kota Surakarta akan mengoptimalkan keberadaan Jogo Tonggo untuk mengawasi pendatang saat libur panjang akhir Oktober 2020. Pengawasan ini dilakukan untuk mengantisipasi penularan dan penyebaran Covid-19 yang dibawa pendatang dari luar Solo.

"Kita memanfaatkan dan optimalkan jogo tonggo untuk memberikan laporan kepada Gugus Tugas. Sehingga kita lebih mudah untuk monitoring (pendatang)," kata Wali Kota FX Hadi Rudyatmo di Balaikota Surakarta, Kamis (22/10).

Rudy sapaan akrabnya mengatakan, pemerintah sekarang ini sudah tidak lagi membuat program karantina bagi para pendatang. Sehingga warga Solo yang berada di perantauan diimbau untuk tidak mudik sampai Covid-19 bisa dikendalikan."Sehingga jangan sampai yang datang ke Solo membawa virus, atau malah terkena virus di Solo. Atau yang dari luar Solo masuk ke Solo membawa virus corona ini juga akan membebani pemerintah," tandas Rudy.

Sementara berdasarkan data perkembangan kasus Covid-19 di Solo hingga Rabu (21/10/2020) tercatat ada sebanyak 981 kasus, bertambah 26 positif menjadi 1007 orang. Kepala Dinas Kesehatan Kota DKK Surakarta dr Siti Wahyuningsih mengatakan, potensi penularan di Kota Solo ini sudah ke seluruh Kelurahan karena transmisinya memang sudah transmisi lokal.

Ada sejumlah klaster yang terjadi di Kota Bengawan, diantaranya Klaster Penumping, Gandekan dan Gilingan. Klaster yang paling banyak itu tracing, kemudian klaster warga Penumping, klaster Gandekan, Gilingan dan Leasing. "Yang dulu klaster Nusukan itu yang banyak kemudian gantian. kemudian Penumping Kemudian klaster leasing," jelasnya.

Dengan kondisi seperti ini Sekretaris Satgas Covid 19 Surakarta itu berharap para Lurah cepet tanggap dan kooperatif. Setiap ada kasus langsung sweb dilakukan karantina, diawasi serta kebutuhan hidup disupport dari program Jogo Tonggo.

"Sehingga warga tidak kemana-mana. Sebab jika Lurah lambat masyarakatnya akan banyak yang terpapar."

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00