Lagi, Kantor BKD Solo Ditutup Ada Satu Pegawai Positif Covid-19 Hasil Swab Mandiri

KBRN, Surakarta: Kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) di Kompleks Balaikota Surakarta kembali ditutup untuk kedua kalinya selama pandemi Covid 19. Penutupan dilakukan karena ada satu pegawai yang dinyatakan positif Covid 19.

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Surakarta terpaksa kembali menutup satu kantor dinas di Kompleks Balaikota Surakarta mulai Kamis (22/10/2020). Penutupan dilakukan sampai Senin (26/10/2020).

Kantor BKPPD yang satu gedung dengan Dinas Perdagangan dan Juga Bappeda Surakarta pada 20 Juli 2020 juga ditutup tiga hari. Penutupan karena ada satu pegawai BKPPD yang positif Covid-19.

Selain menutup kantor dan memperkerjakan pegawai dari rumah (WFH) seluruh karyawan BKPPD juga ditracing tes swab. Pantauan RRI di kompleks Gedung BKPPD masih ada aktivitas pegawai yang bekerja, kendatipun ada satu PNS yang terpapar Virus Corona. 

"Penutupan kantor mulai Jumat besok sebenarnya. Namun hari ini sebagian ASN masih di kantor menyelesaikan tugas-tugas, sedangkan sebagian lain sudah WFH," kata Kepala BKPPD Surakarta Nur Haryani. 

Nur Haryani menyampaikan satu pegawainya diketahui positif Covid 19 saat menjalani rapid tes untuk kepentingan pekerjaan di Badan Kepagawaian Negara (BKN). Hasil rapid reaktif kemudian dilanjutkan Swab dan ternyata kendatipun dalam kondisi sehat hasilnya positif Covid 19.

"Ini rencana mau ke Jakarta mau ngurus CPNS ada undangan rapat tapi harus melampirkan rapid, kok hasilnya reaktif ditindaklanjuti dengan swab hasilnya positif. Karena mintanya DKK satu minggu sebelumnya harus ikut swab semua," bebernya.

Ketua Satgas Covid 19 Surakarta Ahyani mengakui ada penutupan satu kantor di Kompleks Balaikota Surakarta. Ahyani menyebut pegawai yang dinyatakan positif saat ini sehat.

"Iya ada satu kantor ditutup karena ada yang positif. Kantornya di Balaikota, ini satu orang yang positif tapi kondisi sehat," jelasnya.

Sedangkan jumlah kasus Covid-19 di Kota Bengawan terus bertambah, pada Rabu malam ada 8 kasus baru. Dari jumlah itu ada satu di antaranya yang berasal dari tracing kontak warga yang melakukan uji swab mandiri. Tambahan 8 kasus itu, perincian berdomisili 3 orang dari Mojosongo. "Kemudian, masing-masing seorang dari Kelurahan Manahan, Kedunglumbu, Sewu, Jebres, Pucangsawit, dan Mojo," beber Sekretaris Satgas Covid-19 Surakarta dr Siti Wahyuningsih.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00