BIAS Dimulai, Beberapa Sekolah Pilih Imunisasi Mandiri

KBRN, Surakarta: Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Kota Solo telah berlangsung tiga hari ini. Namun Dinas Kesehatan Kota (DKK) catat beberapa sekolah yang belum mau melaksanakan dengan berbagai alasan ditengah pandemi Covid-19.

Kepala DKK Surakarta, dr. Siti Wahyuningsih, mengatakan BIAS dilaksanakan oleh puskesmas dengan penjadwalan. Setiap puskesmas yang mengatur jadwal bersama sekolah, yang terpenting adalah bulan yang paling penting selesai. Ning sapaan akrabnya menyebut kendati sekolah siap melaksanakan BIAS, namun masih ada sejumlah SD yang ingin melakukan imunisasi mandiri.

“Ya, biarkan saja kalau seperti itu. Kami tidak ingin rencana yang baik itu menjadi tidak baik karena ada sekolah yang menunggu. Silahkan kalau mau seperti itu, "ucapnya Rabu (23/9/2020).

Pihaknya sudah berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) guna memperlancar BIAS. Pihaknya tidak keberatan asal hasilnya diserahkan sebelum akhir bulan ini. Selain itu, Ning juga mengatakan ada pula orang tua siswa yang meminta imunisasi anaknya langsung ke puskesmas sehingga tidak perlu datang ke sekolah. Namun, ia menolak permintaan itu mengingat ruang puskesmas yang sempit dan tidak memungkinkan pelaksanaan imunisasi anak. “Puskesmas kan isinya orang sakit malah bisa membahayakan anak,” jelasnya

Sementara itu pantauan RRI di SDN Bromantakan Solo Rabu (23/9) pagi, pelaksanaan imunisasi berjalan lancar. Guru Pendidikan Jasmani dan Olahraga Kesehatan (PJOK) Endang Sri Hastini mengatakan, imunisasi diikuti 19 pelajar kelas 1. Imunisasi juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Anak anak datang langsung cuci tangan, langsung dicek suhu. Mereka kan diantar orang tua semua pakai masker fice shield. Alhamdulilah 100 persen mengikuti semua, ”terang Endang kepada RRI.

Adapun sasaran vaksinasi campak (Campak) dan Rubella atau yang dikenal dengan vaksin MR itu adalah seluruh siswa kelas I di 260 sekolah dasar (SD). Pelaksanaan imunisasi menggunakan protokol kesehatan dengan sebelumnya dilakukan pengecekan lingkungan.

Teknisnya, anak yang masuk ruang kelas kosong yang berisi 10 anak sehingga tidak ada kerumunan seperti pelaksanaan BIAS tahun-tahun sebelumnya. Anak masuk kelas lalu imunisasi, setelah selesai geser ke kelas sebelahnya untuk observasi itu, tidak boleh pulang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00