IKS 9 Puskesmas di Solo Terbaik Nasional, Ini Dia Lokasinya

Foto ilustrasi, Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo saat memantau pelayanan kesehatan di Puskesmas Nusukan Kecamatan Banjarsari Solo beberapa saat lalu. Dok Humprot Solo

KBRN, Surakarta: Sembilan Puskesmas di Kota Solo memiliki Indeks Keluarga Sehat (IKS) terbaik tingkat nasional. Selain itu ada 13 Puskesmas di Kota Bengawan yang mempunyai IKS terbaik tingkat Provinsi Jawa Tengah. 

Ada 12 indikator yang menjadi penilaian Puskesmas dengan IKS terbaik. Meliputi kategori Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak. Terdiri dari keluarga ber KB, Ibu bersalin di fasilitas kesehatan, imunisasi bayi lengkap, asi ekslusif 6 bulan dan pertumbuhan balita terpantau.

Sedangkan kategori pengendaliasn penyakit meliputi penderita TBC terobati sesuai SOP, penderita hipertensi berobat teratur dan orangdengan gangguan jiwa tidak diterlantarkan. 

Sementara kategori prilaku sehat meliputi tidak ada anggota keluarga yang merokok. Adanya akses air bersih, memiliki jamban sehat dan anggota keluarga memiliki JKN/KIS. 

Kepala Dinas Kesehata Kota (DKK) Surakarta dr. Siti Wahyuningsih mengatakan, penilaian itu berlangsung setelah seluruh puskesmas di data dan diiput ke Kementerian Kesehatan. Setelah itu dilakukan evaluasi.

"Maka dipilih 100 besar tingkat nasional dan Solo masuk 9 besar dari ribuan puskesmas yang ada di Indonesia," ungkap dr. Ning sapaan akrabnya, Kamis (17/9/2020).

Dia mengakui sebenarnya data IKS yang dikelola Puskesmas tersebut belum baik sekali dan perlu evaluasi. “Ya sebetulnya IKS kita belum baik-baik amat tapi dibandingkan dengan lain di Indonesia masuk IKS termasuk tinggi," ujarnya.

 Sementara itu data yang dihimpun dari DKK Surakarta menyebutkan Puskesmas dengan Indeks Kesehatan Keluarga terbaik yakni, Purwosari,Purwodiningratan, Kratonan dan Manahan. 

Kemudian Puskesmas Gilinga, Pucangsawit, Banyuanyar, Gajahan dan Penumping. Serta PuskesmasNusukan, Jayengan dan Pajang. 

Menurut dr Ning Puskesmas tersebut telah melakukan intervensi kepada setiap keluarga untuk mengetahui permasalahan yang terjadi dan mengatasinya dengan prosedur. 

"Kita ada kegiatan pendataan seluruh keluarga yang ada. IKS yang penduduk domisili kunjungan dari rumah ke rumah untuk mengetahui kesehatan, status keluarga. Setelah terdaftar melakukan intervensi permasalahan keluarga," beber Ning.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00