Antisipasi Lonjakan Kasus, Pemkot Dorong Penambahan Bed Pasien Covid-19

Foto ilustrasi Penanganan Covid-19 Surakarta.

KBRN,Surakarta: Kapasitas bed (tempat tidur) khusus pasien Covid-19 di Kota Solo terus berkurang setelah terjadi lonjakan kasus sebulan terakhir. Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta mencatat 140 dari 320 bed yang tersedia telah dipakai hingga Selasa sore. 

Kepala DKK Surakarta, dr. Siti Wahyuningsih mengatakan bed tersebut tersebar di 16 rumah sakit di Solo. Hanya saja jumlah bed itu tidak hanya untuk warga Solo, tapi rujukan daerah sekitar Solo. 

"320 terpakai 140. Kami terima laporan dari rumah sakit pagi dan sore," ungkap Ning sapaan akrabnya saat ditemui di Balaikota Surakarta, Rabu (16/9/2020).

Jumlah bed tersebut sedianya cukup untuk menampung warga Solo. Namun karena menerima rujukan dari daerah lain jumlahnya bisa berkurang dari hitungan rasio. Pemkot Surakarta mendorong pemerintah daerah untuk mendirikan RS darurat untuk mengantisipasi manakah terjadi lonjakan kasus. 

“Saya berharap begini saja tidak tambah lagi. Atau kalau bisa kabupaten sekitar harus menyediakan bed RS sesuai dengan jumlah penduduknya, kalau enggak, ya, bikin RS darurat dengan menghitung angka kesakitan berapa, lalu butuh bed berapa begitu,” tandas Ning.

Kendatipun kapasitas bed masih cukup namun Pemkot Surakarta tetap mengefektifkan rumah isolasi mandiri. Salahsatunya di nDalem Priyo Suhartan di jalan Perintis Kemerdekaan Laweyan. Rumah sitaan dari eks koruptor simulator SIM Joko Susilo digunakan untuk isolasi mandiri.

"Rumah isolasi mandiri masih ada di Rumah Priyo Suhartan. Kemudian Nakes (Tenaga Kesehatan) masih kita izinkan isolasi di rumah. Nakes kan masih bisa tertib jaga jarak," ungkap Ketua Pelaksana Satuan Tugas Covid-19 Surakarta Ir Ahyani.

Terpisah Rumah Sakit Umum Daerah dr. Moewardi (RSDM) Solo menambah kapasitas ruang isolasi pasien Covid-19. Sebelumnya hanya bisa menampung 108 pasien. Kini dua ruang yang baru difungsikan bisa merawat hingga total 300an pasien. 

“Sebelumnya kami hanya menggunakan ruang Melati I dan Anggrek I. Nah, kami sudah membuka ruang Mawar 2 dan 3 yang sebelumnya digunakan untuk bangsal VIP perawatan umum,” kata Kepala Sub Bagian Hukum dan Humas RSDM Solo, Eko Haryati.

Eko mengatakan dari 300an bed tersebut sudah terisi 80an atau sekitar 40 persen. Perluasan merupakan salah satu upaya antisipasi lonjakan pasien.

“Kami lakukan mengingat RSDM adalah rumah sakit rujukan tersier Covid-19 di Jawa Tengah. Ruangan  mulai difungsikan awal pekan ini," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00