Masalah Kerusakan Gigi pada Orang Indonesia Cukup Tinggi.

KBRN Surakarta :  Kebersihan gigi dan mulut  sangat penting  karena  menggambarkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Hal itu disampaikan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Prof. Dr. Adi Prayitno, drg., MKes., SpPMM(K) kepada wartawan Senin (7/9/2020) di  Ruang Sidang 2 Gedung dr. Prakosa kampus setempat.

Diungkapkan, masalah Gigi dan Mulut akan disampaikan pada  pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar ke-45 di Fakultas Kedokteran  dan ke-224 di UNS dengan judul `Kelainan Organ Rongga Mulut Merupakan Cermin Kelainan Organ Tubuh Lainnya`. Prof. Adi mengatakan, saat ini kesehatan gigi dan mulut telah masuk dalam program survei lima tahunan yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mulai tahun 2018. Pihaknya meminta kesehatan gigi dan mulut dipakai sebagai dasar pengembangan status kesehatan masyarakat, faktor risiko, dan upaya pengembangan pembangunan kesehatan.

Dijelaskan pula,  kerusakan pada gigi dan mulut dapat berdampak pada penyakit-penyakit serius, seperti gangguan ginjal, jantung, bahkan stroke. Perlu dicatat bahwa masalah kerusakan gigi pada orang Indonesia cukup tinggi. Menurut standar internasional kerusakan gigi tercatat  sebanyak 2-3 gigi per orang (umumnya gigi gerahah rahang bawah), sedangkan rerata kerusakan gigi orang Indonesia tercatat sebanyak 4-5 gigi.

“ Masalah kerusakan gigi pada orang Indonesia cukup tinggi, menurut standar internasional kerusakan gigi tercatat  sebanyak 2-3 gigi per orang , umumnya gigi gerahah rahang bawah, sedangkan rerata kerusakan gigi orang Indonesia tercatat sebanyak 4-5 gigi, “ jelasnya.

Menurutnya, menjaga kebersihan gigi dan mulut bukan hal yang sulit, hanya dengan menggosok dan bila perlu ditambahkan obat kumur yang menggunakan bahan-bahan alami atau herbal, karena akan lebih efisien, alami dan adaptif.  Dicontohkan, Daun Sirsak banyak mengandung molekul-molekul yang dapat membersihkan ,  membunuh mikroorganisme penyebab penyakit, anti radang dan anti tumor serta memicu homeostasi, juga  Daun Jarak Pagar yang telah dibuktikan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Pengukuhan Prof. Dr. Adi Prayitno, drg., MKes., SpPMM(K) akan berlangsung  Selasa (8/9/2020) secara daring, bersamaan dengan Guru Besar Bidang Akuntansi Keuangan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis FEB UNS Prof. Doddy Setiawan, SE, MSi, PhD, Akt dan Prof. Dr. Adi Prayitno, drg., MKes., SpPMM(K). (Desk : Dyah Supana)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00