25 Warga Positif Covid 19 Dinyatakan Sembuh, 17 Diantaranya Nakes RSUD Sragen

KBRN, Sragen: Kabar baik dari penanganan Virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Sragen, setelah melonjak signifikan pada dua pekan terakhir. Hari ini, Rabu (26/8/2020) sebanyak 25 warga Sragen yang positif terpapar covid-19 dinyatakan sembuh.

Dari 25 warga itu, 17 di antaranya adalah tenaga kesehatan di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen yang terpapar dari pasien positif di Bangsal Rosella. Tujuh belas nakes di RSUD Sragen itu dipulangkan secara seremonial melalui pelepasan yang dipimpin Wabup Sragen, Dedy Endriyatno bersama jajaran Direksi RSUD dan Kepala DKK Sragen.

Tujuh belas nakes itu sembuh setelah hasil swab menunjukkan tanda negatif. Mereka dinyatakan sembuh usai menjalani perawatan dan isolasi mandiri di Bangsal Teratai selama 10 hari dinyatakan positif tanggal 17 Agustus lalu.

“Hari ini total ada 25 pasien yang sembuh. Ada 17 di antaranya adalah tenaga kesehatan di RSUD Sragen,” papar Wabup kepada wartawan.

Dedy Endriyatno mengatakan kasus positif yang menimpa 17 nakes itu harus menjadi perhatian bagi semua dan masyarakat bahwa mereka yang paham tentang kesehatan dan bagaimana menjaga diri saja masih bisa kena. Apalagi masyarakat awam yang tidak terbiasa menjaga diri, tentu juga berpotensi bisa terkena.

"Maka hari ini sekaligus evaluasi bagi semua baik RSUD Sragen, RS negeri dan swasta serta Puskesmas lainnya agar terus meningkatkan kewaspadaan dan protokol dan menjaga agar rumah sakit bukan lagi sumber penyebaran covid-19,” tandas Wabup Dedy.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Sragen dr Hargiyanto mengatakan, kasus Covid 19 di Bumi Sukowati masih terus meningkat. Masyarakat tidak boleh lengah kendatipun pasien saat ini cenderung sembuh.

"Hari ini masih ada penambahan kasus lagi. Ada 13 ini masyarakat harus hati-hati," tandasnya.

Sementara, Dirut RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen Didik Haryanto menyampaikan ada 18 tenaga yang sembuh dari covid-19 dan dipulangkan. Mereka sebelumnya menjalani karantina mandiri di Bangsal Teratai sejak dinyatakan positif tanggal 17 Agustus 2020 lalu, meliputi 14 nakes, lainya operasional. Dengan kasus itu, pihaknya akan meningkatkan kewaspadaan dengan menguatkan skrining terhadap pasien. Manajemen sudah membuat kebijakan untuk melindungi nakes. Kita mewajibkan setiap pasien rawat inap baik dari IGD atau rawat inap lewat poli harus dilakukan rapid test, ”tandas Didik.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00