Angka Kasus Gizi Buruk Karanganyar Menurun

KBRN, Karanganyar: Sedikitnya terdapat 1,3 persen dari 61.646 balita di Kabupaten Karanganyar mengalami Gizi Buruk. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Karanganyar, hingga pertengahan 2020 tercatat ada 4 orang balita yang menderita Gizi Buruk.

Kepada wartawan, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Karanganyar, Nuk Suwarni mengatakan rata-rata penyebab 1,3 balita mengalami gizi buruk bukan diakibatkan faktor ekonomi orang tua, namun lantaran memiliki penyakit penyerta hingga sulit mengkonsumsi makanan, salah satunya menderita kelainan jantung.

"Kasusnya ada 4 balita yang tercatat, mereka kebanyakan punya penyakit penyerta kaya jantung, bukan karena orang tuanya gak mampu," jelas Nuk Suwarni kepada wartawan, Rabu (5/8/20).

Nuk, sapaan akrabnya mengungkapkan bila dibandingkan dengan angka kasus pada bulan agustus tahun 2019 lalu, jumlah kasus Gizi buruk mengalami penurunan dan cenderung membaik, pasalnya ditahun lalu angka kasus gizi buruk mencapai 1,5 persen namun tahun ini hanya 1,3 persen.

"Data kita menurun ya, tahun lalu itu bulan agustus datanya ada 1,5 persen, kalo data sekarang ini cuman 1,3 persen," ungakapnya.

Lanjut Nuk, pihaknya terus berupaya menekan angka kasus gizi buruk dengan tetap melakukan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kapada setiap balita di karanganyar melalui kegiatan posyandu, meskipun terdapat penyesuaian baru di masa Pandemi Covid 19.

"Pemberian Makanan Tambahan ini tetap jalan, tapi tidak diberikan di posyandu, jadi di bawa kerumah masing masing," jelasnya.

Lebih lanjut, Nuk menjelaskan, selama pandemi kebijakan penyelenggaraan kegiatan posyandu diserahkan kepada pemerintah desa/kelurahan masing masing dengan melihat kondisi zona paparan Covid 19.

"Posyandu mulai jalan, tapi itu juga kita serahkan kepada pemerintah desa/kelurahan, kondisi wilayahnya sekarang kan beda," paparnya.

Sementara itu, Wakil ketua tim Penggerak PKK Kabupaten Karanganyar bidang kesehatan Wahyuning mengungkapkan semenjak pertengahan juni lalu sebagian posyandu di kabupaten karanganyar sudah kembali menyelenggarakan kegiatan namun dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Kita posyandu ada 177 di karanganyar, sebagian itu mulai pertengahan juni itu sudah aktif lagi, sebelumnya kita ikut provinsi berhenti sementara," bebernya.

Wahyuning mengatakan protokoler kesehatan yang diterapkan diantarnya pengaturan jarak pos pemeriksaan, penggunaan APD bagi petugas posyandu, dan screening suhu bagi peserta.

"Protokol kesehetan wajib karena anak-anak rentan penularan, jadi sudah ada penataan jarak pos pemeriksaan, di cek suhunya peserta posyandu, petugas menggunakan masker sarung tangan juga," ungkapnya.

Adapun guna meminimalisir adanya penularan, proses pemberian vitamin dan PMT tidak lagi dilakukan petugas di posyandu namun secara mandiri oleh orang tua di rumah masing masing.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00