59 Nakes RSDM Solo Positif Covid-19, Manajemen RS Klaim Pelayanan Tak Terganggu

Foto ilustrasi gedung RSUD dr Moewardi Surakarta tampak depan.

KBRN Surakarta: Angka kasus positif Covid-19 di Kota Solo sepekan terakhir mengalami penambahan signifikan. Penambahan ini sebagian besar didominasi tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas di Rumah Sakit dr Moewardi (RSDM) Solo. 

Data yang dihimpun RRI dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surakarta menyebutkan, dalam sepekan ini ada 59 nakes terkonfirmasi positif Covid-19. Pada hari Minggu 12 Juli, 25 nakes yang merupakan PPDS Program Pendidikan Dokter Spesialis Universitas Sebelas Maret UNS Solo dinyatakan Positif Covid-19. 

"Dari jumlah itu, 19 diantaranya adalah warga Solo, dan luar daerah namun indekos di Solo," kata Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surakarta dr.Siti Wahyuningsih," Kamis (16/7/2020).

Sementara itu tiga hari berselang 34 nakes dari RSDM juga dinyatakan positif Covid-19, sehingga total 59 orang. Perempuan yang akrab disapa Ning itu juga mengatakan, dari 59 nakes tersebut, yang domisili di Solo 32 orang. 

Mereka kesehariannya di RSUD dr Moewardi baik dokter senior, anastesi dan juga PPDS. Kondisi mereka orang tanpa gejala (OTG) dan menjalani karantina di Rumah Sakit UNS dan RSDM.  

”Sisanya masih ditelusuri alamat dan domisilinya. Jadi belum masuk data. Sebgian statusnya indekos. Ini yang kita telusuri, belum pasti apakah masuk Solo atau daerah asal,”ucapnya. 

Walikota Surakarta FX.Hadi Rudyatmo menyatakan, peningkatan kasus belakangan ini seharusnya menjadi teguran masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan. Sanksi tegas bakal diterapkan pagi pelanggar protokol kesehatan.

"Kita baru menyusun Perwali. Namun paling tidak ini Peringatan keras bagi masyarakat kota Surakarta bahwa dengan penambahan positif corona yang totalnya 100, dirawat 32 lainnya isolasi mandiri hukumnya wajib mentaati Protokoler kesehatan," tandas Walikota. 

Terpisah Kasubbag Hukum dan Humas RSDM, Eko Haryati enggan memberikan keterangan terkait banyaknya Nakes terpapar Covid-19. Namun dirinya menjamin pelayanan di rumah sakitnya tidak akan terganggu. "Tidak menggangu, kan tenaga medisnya Moewardi banyak," ujar Eko Haryati.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00