Kasus Covid-19 Solo Tambah 7 Orang, 4 Diantaranya Nakes RSDM

Foto ilustrasi sampel darah pasien positif Covid-19 di Solo.

KBRN, Surakarta: Lonjakan kasus Covid-19 di Solo masih saja terjadi. Dalam sehari Selasa (14/7) kemarin terjadi tambahan 7 kasus.

Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surakarta, Ir.Ahyani, mengatakan tambahan tersebut muncul setelah finalisasi data dilakukan. Dari 7 kasus itu 4 diantaranya adalah tenaga kesehatan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Sebelas Maret UNS di RSDM (Rumah Sakit dr Moewardi).

 “Sebelumnya tidak diketahui domisilinya, kemudian setelah pendataan baru muncul kalau mereka domisili di Solo. Jadi, dari 25 nakes PPDS positif yang bertugas di RSUD dr. Moewardi (RSDM), 19 di antaranya berdomisili di Solo,” jelasnya kepada wartawan.

Tambahan kasus lain, lanjut Ahyani terjadi pada anak di bawah usia lima tahun (balita). Seorang balita berumur dua tahun asal Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan. 

Dia sebelumnya berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) yang naik kelas. Kedua orangtuanya ikut diuji swab guna mendeteksi asal penularan. “Ditambah dengan data Senin, pasien balita di Solo menjadi dua orang,” jelas dia.

Ahyani mengurai tambahan kasus yakni dua orang dari Kluster Pedagang Tahu Kupat, di sebelah Rumah Sakit Kasih Ibu RSKI Solo. 

"Dari tujuh ini, masing-masing dari Kelurahan Jebres, Purwosari, Tipes serta masing-masing seorang dari Kelurahan Karangasem, dan Sondakan.

Sementara itu, data kumulatif Covid-19 Solo menjadi 71 orang. Perinciannya, 28 dirawat inap, 38 pasien sembuh, dan lima meninggal dunia.

Catatan PDP baru pada Selasa bertambah tujuh orang, sehingga kumulatifnya menjadi 299 orang. Sebanyak 14 di antaranya menjalani perawatan, 247 sembuh, dan 38 meninggal dunia. Sedangkan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 665 orang, 659 selesai pemantauan, dan enam orang dalam pemantauan.

Dengan meningkatnya jumlah Pasien ini menjadi perhatian Gugus Tugas Covid-19 Solo. Salah satunya pedagang kaki lima, menyusul penjual tahu kupat yang kini jadi klaster baru. 

"Kita sarankan kembali ke awal kalau beli makanan dibawa pulang. Jangan makan di tempat," pinta Ahyani.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00