Komisi IV DPRD Solo Pesimis RSBK Jadi Pusat Pengobatan Tradisional

KBRN,Surakarta: Wacana Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk menjadikan  Rumah Sakit Bung Karno (RSBK) Solo sebagai pusat pengobatan tradisional, mendapatkan respon positif Komisi IV DPRD Kota Solo.  Namun demikian diperlukan kajian mendalam mengingat pengobatan tradisional belum sepenuhnya bisa dikembangkan di Indonesia.

Ketua Komisi IV Putut Gunawan mengapresiasi jika ada brand mark khusus untuk RS Bung Karno yang  menjadi identitas berbeda dengan rumah sakit lain. Namun karena  pengobatan tradisional belum sepenuhnya dikerjakan dengan baik di Indonesia, maka perlu ditelaah lebih mendalam secara keseluruhan mulai dari sumber ilmu, bahan, sumber daya. 

“Bagus ada special brand mark spesifik.  Namun pertanyaannya  traditional  health treatment seperti apa?, Rescource nya seperti apa, itu benar-bener berkasiat atau tidak, ini yang harus melihatnya,” ungkap Putut Gunawan, Rabu (8/7).

Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, Indonesia harus melihat ke negara Cina yang sudah mampu pengobatan tradisional dengan baik.  Termasuk dari sisi pengetahuan dan sumber daya manusianya.

“Cina misalnya, disana pengobatan tradisional masih komplit. Knowledge nya komplit, pelakunya komplit bahan-bahannya tersedia, SDM juga. Ini yang saya kira penting untuk dikembangkan knowledge traditonal health care ini,” beber Putut.

Sedangkan, anggota Komisi IV Antonius Yoga Prabowo menganggap langkah Pemkot dan Menkes sebagai terobosan baru dalam bidang kesehatan. Namun, politisi Partai Solidaritas Indonesia ini juga belum yakin dengan realisasi rumah sakit tersebut.

Ini terobosan bagus. Pengobatan tidak hanya medis namun tradisi.  Kami menekankan hal kendala yang belum bisa mewujudkan itu. Tapi kami menyambut baik, ini terobosan, perdalam lagi, apakah sudah siap atau belum sesuai persyaratan,” tandas Yoga.

Hal lain yang juga dipersoalkan Komisi IV sebagai lokasi pelayanan kesehatan tradisional sekaligus  destinasi wisata medis, membutuhkan biaya besar. Persoalan anggaran itu tidak akan mungkin diangarkan dalam waktu dekat ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00